TRIBUNPAPUABARAT.COM - DPR menyoroti peristiwa penembakan kepada pesawat Smart Air PK SNR di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) ini menewaskan pilot dan co-pilot pesawat Smart Air dan 13 penumpang dipastikan selamat.
Ketua Komisi V DPR Lasarus mengkritik pengamanan objek vital, khususnya bandara di wilayah Papua.
Diketahui, lokasi peristiwa terjadi di bandara Mopah di Merauke dan Bandara Tanah Merah di Boven Digoel.
Bandara itu berstatus sebagai objek vital nasional yang krusial bagi konektivitas, ekonomi, dan keamanan wilayah Papua Selatan sebagai distribusi logistik dan transportasi penumpang.
Baca juga: Baru Mendarat, Pesawat di Korowai Papua Selatan Ditembak OTK, Pilot dan Co-pilot Meninggal
Menurut Lasarus, kejadian ini membuktikan kelemahan pengamanan di Papua.
“Bukan kelalaian, saya sebut ini kelemahan, kelemahan dalam pengamanan objek vital bandara di Papua," ujar Lasarus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026), dikutip dari Kompas.com.
“Jadi saya rasa ini peringatan bagi pemerintah untuk kiranya seluruh bandara yang ada, termasuk di Papua, itu dilakukan pengamanan yang cukup sesuai dengan karakteristik dan kondisi daerah masing-masing," ujar Lasarus.
Ia mendesak pemerintah memastikan keamanan yang cukup.
"Karena Papua ini bersifat khusus seharusnya dilakukan pengamanan khusus di bandara itu. Dipastikan penumpang atau siapapun yang datang itu ke bandara dipastikan aman karena dilakukan pengamanan yang cukup. Ini tugas pemerintah," imbuh dia.
Peristiwa ini tidak bisa ditolerir, terlebih menewaskan masyarakat sipil.
“Peristiwa penembakan terhadap pesawat sipil di Papua yang menewaskan dua pilot merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan dan tidak bisa ditoleransi,” kata Dave.
Baca juga: KKB Kejar dan Bunuh Warga di Ruang Guru SMP YPK Yakpesmi Dekai, Juga Ancam Guru dan Murid
Peristiwa ini terjadi di Lapangan Terbang Koroway Batu Danowage sekitar pukul 11.25 WIT, Rabu (11/2/2026).
Pesawat ini mulanya terbang dari Tanah Merah tujuan Lapangan Terbang Korowai Batu Kampung Danowage dengan membawa 13 penumpang.
Pesawat kemudian mendarat di Bandara Korowai pada pukul 11.05 WIT
"Kami terima informasi sekitar jam 11.00 WIT, ada pesawat Smart Air dengan membawa 13 orang mendarat di Bandara Korowai." kata Wisnu, Rabu siang.
Sesaat setelah mendarat, sejumlah OTK menembaki pesawat.
Pilot dan co-pilot beserta penumpang turun dari pesawat dan berlari ke arah hutan serta melaporkan kejadian tersebut melalui GPS Garmin.
Meski telah berusaha menyelamatkan diri ke hutan, sayangnya pilot dan co-pilot tertangkap oleh OTK.
Keduanya kemudian dibawa ke lapangan terbang dan ditembak hingga tewas.
"Pilot dan co pilot dikejar oleh para pelaku kemudian dibawa dari dalam hutan ke lapangan terbang dan dibantai di situ," ujarnya.
"Sekitar pukul 13.00 WIT, kami mendapat informasi bahwa pilot dan kopilot ditemukan tewas."
Kepala Polres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra menjelaskan para penumpang dibiarkan selamat dalam insiden ini.
"Para penumpang kondisi aman, karena mereka warga setempat," ungkap Wisnu.
Dikutip dari Kompas.com, dari catatan manifest yang beredar luas, pesawat tersebut diterbangkan oleh capt. Pilot Egon Irawan dan Co Pilot Baskoro.
Pesawat ini membawa 13 orang penumpang dari Bandara Tanah Merah Boven Digoel.
(*)