TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Gerakan Pangan Murah ( GPM ) jelang puasa Ramadan 2026, kembali disambut antusias warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara ( Kaltara ).
Salah satu komoditas yang paling diburu adalah ayam beku, yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Pada pelaksanaan GPM kali ini, ayam beku ditawarkan seharga Rp39.000 per kilogram.
Tampak lapak PT Sri Kencana Lestari (SKL) ikut ambil bagian menjadi mitra di GPM hari ini.
Harga Rp39 ribu yang ditawarkan lebih rendah, dibandingkan harga di luar kegiatan GPM, yang mencapai Rp40.000 per kilogram.
Admin PT Sri Kencana Lestari, Yuli Andin, mengungkapkan untuk ayam beku tersebut langsung diserbu pembeli sejak GPM dibuka pada pagi hari di pukul 08.00 WITA.
Sebenarnya kata Yuli, stan sudah dibuka sejak pukul 07.00 WITA dan cukup banyak warga mengantre.
“Hari ini kita jual ayam beku Rp39.000 per kilogram.
Kalau di luar GPM biasanya Rp40.000 per kilogram,” ujar Yuli kepada TribunKaltara.com, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Breaking News, Warga Serbu Pasar Murah Jelang Ramadan 2026 di Tarakan, Harga Telur Turun
Dalam satu kemasan ayam beku, berat bersihnya mencapai 1,4 kilogram sehingga harga yang dibayarkan masyarakat khusus di GPM sekitar Rp54.600 per bungkus.
Sementara jika membeli di luar GPM, harga per bungkus dengan berat yang sama bisa mencapai Rp56.000.
“Karena ini GPM, jadi memang kita turunkan harga,” jelasnya.
Tak butuh waktu lama, kurang lebih satu jam, stok ayam beku yang disiapkan langsung habis.
Hingga pukul 09.00 WITA, tercatat dua karung ayam beku telah ludes terjual.
“Dari pagi tadi sudah habis dua karung,” ungkap Yuli.
Ia menjelaskan, satu karung berisi 20 bungkus dengan masing-masing bungkus berisi ayam beku seberat 1,4 kilogram.
Artinya, total 40 bungkus ayam beku sudah habis dibeli warga hanya dalam hitungan jam.
“Antusias masyarakat memang tinggi. Ayam beku paling cepat habis,” katanya.
Pada kegiatan GPM ini, PT Sri Kencana Lestari menyiapkan sekitar enam karung ayam beku yang dijual secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan.
Jika habis bisa segera diambil di gudang distributor.
Selain ayam beku, PT Sri Kencana Lestari juga menjual sejumlah komoditas pangan lainnya.
Di antaranya olahan ikan cikua dengan harga Rp35.000 per bungkus serta ayam filet seharga Rp50.000 per kilogram.
Tak hanya itu, tersedia pula daging sapi dengan harga Rp115.000 per kilogram.
Seluruh pasokan tersebut didatangkan langsung dari luar daerah, yakni Surabaya dan Jakarta, untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga.
“Pasokan ayam beku kita dari Surabaya. Dalam sebulan, rata-rata pasokan bisa mencapai 30 ton, tergantung kebutuhan,” jelas Yuli.
Ia menambahkan, PT Sri Kencana Lestari merupakan distributor ayam beku yang telah bermitra dengan Dinas Ketahanan Pangan Tarakan, dan secara rutin terlibat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
“Kami memang sudah bermitra dengan Dinas Ketahanan Pangan.
Selain jual langsung di GPM, kami juga pasok ke toko dan MPG,” terangnya.
Penjualan ayam beku sendiri biasanya dilakukan di Gedung Sri Tower Sebengkok.
Ia menambahkan memang dalam momentum GPM, harga dibuat lebih terjangkau agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga murah.
Dengan tingginya minat masyarakat, Yuli berharap kegiatan GPM terus digelar secara rutin sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan, terutama menjelang puasa Ramadan 1447 H.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, apalagi saat harga di pasaran mulai naik,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah