Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Bab 1 B, Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Yeshinta Sumampouw February 12, 2026 12:45 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut rangkuman materi Pendidikan Pancasila untuk SMP kelas 8 tentang Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa.

Materi ini dibahas dalam Bab 1 Bagian B buku Pendidikan Pancasila untuk kelas 8 SMP dengan tema "Pancasila dalam Kehidupan Bangsaku."

Buku tersebut diterbitkan oleh Kemdikbudristek Republik Indonesia pada tahun 2023 dan tersedia secara daring melalui laman buku.kemendikdasmen.go.id. Simak ringkasan materinya:

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa dalam Kehidupanku

Pancasila merupakan hasil kristalisasi pengalaman sejarah panjang bangsa Indonesia yang membentuk karakter, perilaku, etika, tata nilai, dan norma dalam kehidupan masyarakat. Kristalisasi Pancasila adalah proses menyaring dan merangkum nilai-nilai luhur, adat, dan budaya Indonesia menjadi lima prinsip dasar yang dikenal sebagai Pancasila.

Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup bangsa karena memuat wawasan menyeluruh tentang kehidupan yang didasarkan pada nilai-nilai luhur. Nilai-nilai luhur adalah prinsip moral, etika, dan budaya yang diyakini benar, diwariskan turun-temurun, dan membentuk kepribadian agar berperilaku baik.

Pancasila menjadi nilai dasar yang dijadikan pedoman dan acuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mengenai istilah Weltanschauung:

Pada pidato 1 Juni 1945, Sukarno menyebut Pancasila sebagai Weltanschauung.

Istilah Weltanschauung berasal dari bahasa Jerman, yaitu welt yang berarti "dunia" dan anschauung yang berarti "pandangan" atau "persepsi".

Makna Weltanschauung adalah sekumpulan nilai-nilai luhur yang menjadi orientasi atau panduan untuk memahami dan menjalani kehidupan.

Nilai-Nilai pada Pancasila 

Pancasila terdiri dari lima nilai filosofis dan mendasar. Sejak dahulu, bangsa Indonesia memandang dunia dan kehidupan berdasarkan nilai-nilai Pancasila, sehingga Pancasila disebut sebagai pandangan hidup bangsa.

Sebagai pandangan hidup, Pancasila menjadi nilai dasar dan luhur yang dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila melekat dalam kehidupan masyarakat dan menjadi norma dalam sikap serta tindakan.

Untuk mewujudkan Pancasila sebagai pandangan hidup, seluruh bangsa Indonesia perlu memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai Ketuhanan

Nilai ketuhanan menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius.

Nilai-nilai agama dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa terinternalisasi dalam diri setiap warga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Internalisasi adalah proses menanamkan dan menghayati nilai, ajaran, atau norma ke dalam diri seseorang, sehingga menjadi keyakinan dan kesadaran yang terlihat dalam sikap dan perilaku sehari-hari

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pandangan hidup ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menunjukkan bahwa bangsa Indonesia menghargai harkat dan martabat setiap manusia. Harkat dan martabat adalah nilai, kehormatan, dan derajat kemuliaan yang melekat pada manusia sebagai ciptaan Tuhan. Harkat berarti harga diri atau nilai seseorang, sedangkan martabat adalah kedudukan atau kehormatan yang harus dihormati dan dilindungi

Nilai kemanusiaan ini terlihat dari bantuan Indonesia kepada negara sahabat yang mengalami bencana alam.

Bangsa Indonesia juga menolak segala bentuk penjajahan di dunia. Penolakan terhadap penjajahan tersebut ditegaskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea pertama.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Nilai Persatuan Indonesia

Nilai persatuan menegaskan bahwa bangsa Indonesia mencintai persatuan.

Nilai persatuan adalah dasar penting bagi keberagaman Indonesia (suku, agama, ras, dan budaya) agar tetap bersatu, saling menghargai, dan menjaga keutuhan NKRI.

Nilai persatuan telah menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebelum Pancasila lahir. Nilai ini memengaruhi sikap dan pengambilan keputusan bangsa dalam kehidupan berbangsa.

Nilai Permusyawaratan

Nilai permusyawaratan menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mengutamakan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan persoalan. Musyawarah mufakat adalah cara mengambil keputusan bersama secara kekeluargaan, agar tercapai kesepakatan yang disetujui semua pihak, tanpa paksaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Nilai ini juga memberikan hak kepada warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka publik secara sopan dan tertib, tanpa mengganggu ketertiban umum. Ketertiban umum adalah kondisi di mana pemerintah dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, tentram, dan tertib sesuai hukum. 

Prinsip permusyawaratan ini ditegaskan dalam UUD NRI Tahun 1945 pasal 28.

“Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang."

Nilai Keadilan Sosial

Nilai keadilan sosial menunjukkan bahwa bangsa Indonesia dermawan dan gemar berbagi. Bangsa Indonesia hidup rukun melalui tradisi gotong-royong. Gotong-royong adalah budaya kerja sama dan saling membantu secara sukarela oleh masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

Membantu warga yang kesusahan telah menjadi pandangan hidup yang mewarnai kehidupan bangsa.

Distribusi kesejahteraan sosial secara adil telah lama menjadi nilai dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Distribusi kesejahteraan sosial adalah upaya pemerintah melalui program dan kebijakan (misalnya PKH, BLT, BPNT) untuk membagi sumber daya dan layanan secara adil, agar kelompok rentan sejahtera, kemiskinan berkurang, dan keadilan sosial tercapai.

1. Pengamalan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa di Lingkungan Keluarga

Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup dalam keluarga diwujudkan dengan membangun pandangan hidup keluarga yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Contohnya, keluarga memilih hidup sederhana meski secara materi mampu menampilkan gaya hidup mewah.

2. Pengamalan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa di Lingkungan Sekolah

Pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup di lingkungan sekolah dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Contohnya, siswa membantu teman yang kesulitan mengikuti pembelajaran dan tidak merasa lebih pintar dari teman tersebut.

3. Pengamalan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa di Lingkungan Masyarakat

Sejak dahulu, bangsa Indonesia hidup rukun dalam kebersamaan dan solidaritas sosial. Solidaritas sosial adalah rasa persatuan dan saling mendukung antaranggota masyarakat, yang berasal dari nilai, kepercayaan, dan norma yang sama.

Pandangan hidup ini tercermin dalam tradisi masyarakat, misalnya saat ada kematian, warga berkumpul di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan menghibur keluarga yang ditinggalkan.

Contoh lain, ketika ada pesta pernikahan, warga secara sukarela membantu mempersiapkan acara agar berjalan dengan baik. Semua perilaku tersebut menunjukkan pengaruh nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.

Baca juga: Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Bab 1 A, tentang Pancasila sebagai Dasar Negara

Sumber:

  • Buku Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs KELAS VIII, Cetakan Kedua Edisi Revisi, 2023
    Penulis: Tudi Setiawan, Tia Setiawati, Muhammad Sapei, dan Prayogo
    Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • https://buku.kemendikdasmen.go.id/
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.