BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah menargetkan penurunan angka kemiskinan pada 2026 hingga mencapai 5,12 persen. Target tersebut ditetapkan setelah angka kemiskinan di daerah itu mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Bangka Tengah, R.M. Ikmanto, mengatakan pada 2025 jumlah penduduk miskin di Bangka Tengah mencapai 6,70 persen atau sekitar 13.710 jiwa.
“Pada tahun 2025 jumlah penduduk miskin di Bangka Tengah mencapai 6,70 persen atau 13.710 jiwa. Itu bertambah 0,76 persen atau 1.670 jiwa dibandingkan tahun 2024,” ujar Ikmanto, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan langkah nyata dari pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan solusi pengentasan kemiskinan.
"Karena itu, kami akan melakukan sejumlah strategi, meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat, serta penguatan tata kelola pemerintahan dalam penanggulangan kemiskinan,” tambahnya.
Dikatakan Ikmanto, dalam pelaksanaannya program penanggulangan kemiskinan tahun 2026 akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Program tersebut antara lain mencakup penataan kawasan permukiman, pengembangan perumahan, penyaluran bantuan bagi penyandang disabilitas, penyediaan rumah layak huni, serta berbagai program sosial lainnya.
“Semoga dengan berbagai upaya yang akan kita lakukan pada tahun 2026, target tingkat kemiskinan di Kabupaten Bangka Tengah bisa turun menjadi 5,12 persen dari kondisi saat ini 6,70 persen,” ucapnya. (Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)