TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Aksi seorang kakek di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, viral di media sosial setelah nekat membakar sepeda motor miliknya sendiri.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (8/2/2026) dan mulai ramai diperbincangkan publik usai video kejadian diunggah oleh akun Facebook Riance Sappe.
Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, tampak satu unit sepeda motor dilalap api di pinggir jalan.
Baca juga: Nenek 82 Tahun di Gowa Nyaris Dirudapaksa Seorang Pria
Baca juga: Gegara Capek Dorong Motor, Kakek di Pasangkayu Kesal dan Bakar Motornya
Asap hitam membumbung tinggi, sementara warga sekitar hanya menyaksikan dari kejauhan.
Kakek tersebut diketahui bernama Musrik (70), warga Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya.
Saat ditemui di kediamannya, Kamis (12/2/2026), Musrik membenarkan bahwa dirinya sengaja membakar motor tersebut karena sudah terlalu kecewa.
“Saya sudah capek dan merasa rugi. Itu motor sudah puluhan kali saya perbaiki,” ujarnya dengan nada kesal.
Menurut Musrik, motor tersebut dibelinya dalam kondisi bekas. Sejak dibeli, berbagai komponen sudah ia ganti karena kerap mengalami kerusakan.
“Awalnya itu motor bekas yang saya beli. Terus banyak alat-alatnya yang sudah saya ganti,” katanya.
Ia mengaku telah menghabiskan uang kurang lebih Rp7 juta untuk biaya perbaikan selama beberapa waktu terakhir.
Namun, kerusakan terus berulang sehingga membuatnya frustrasi.
“Daripada diperbaiki lagi dengan ongkos mungkin Rp2 juta, lebih baik saya bakar saja,” ucapnya.
Motor tersebut sehari-hari digunakannya untuk pergi ke kebun dan ke pasar.
Namun, menurutnya, kendaraan itu justru lebih sering menyusahkan karena kerap mogok di tengah jalan.
“Kalau dipakai ke kebun atau ke pasar, sering rusak di jalan. Jadi tambah repot,” tuturnya.
Kakek kelahiran tahun 1955 itu mengaku masih memiliki satu unit sepeda motor lainnya, namun saat ini kendaraan tersebut juga sedang berada di bengkel untuk perbaikan.
Untuk sementara waktu, ia terpaksa menggunakan sepeda kayuh untuk beraktivitas, termasuk pergi ke kebun dan ke pasar demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski aksinya viral dan menuai beragam komentar warganet, Musrik mengaku tidak menyesal.
Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan sekaligus upaya menghentikan kerugian yang terus bertambah.
Rangka motor yang telah hangus terbakar pun sudah ia jual kepada pembeli besi tua.
Uang hasil penjualan rangka tersebut, menurutnya, tidak ia gunakan untuk kepentingan pribadi.
“Uangnya saya kasih ke tetangga saja,” katanya singkat.
Peristiwa ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sebagian warganet menyayangkan tindakannya, namun tak sedikit pula yang memahami kekecewaan yang dirasakan lansia tersebut akibat biaya perbaikan yang terus membengkak.
Hingga kini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan lain akibat kejadian tersebut.
Warga sekitar menyebut aksi itu murni dilakukan karena faktor emosi dan tidak berkaitan dengan persoalan lain.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan