Pramono Anung Akui 750 Personel Dinas Bina Marga Kewalahan Tangani Jalan Rusak di Jakarta
Ferdinand Waskita Suryacahya February 12, 2026 05:11 PM

 



TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui saat ini pihaknya kekurangan personel untuk menangani ribuan titik jalan rusak di Ibu Kota.

Saat ini, Dinas Bina Marga hanya memiliki 750 personel Pasukan Kuning yang setiap harinya harus menambal jalan rusak di lima wilayah Kota Administrasi Jakarta.

Jumlah Pasukan Kuning Belum Ideal

Pramono menilai jumlah ini dianggap sangat kurang untuk menjangkau seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Bina Marga sekarang ini hanya mempunyai kurang lebih 750 personel dan sangat kurang kalau kemudian dibagi untuk lima kota dan satu kabupaten. Sangat kurang,” ucapnya di Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/2/2026).

Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor masih ditemukannya sejumlah jalan rusak dan berlubang di berbagai titik.

JALAN RUSAK - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui saat ini pihaknya kekurangan personel untuk menangani ribuan titik jalan rusak di Ibu Kota. Kerusakan parah terjadi di Jalan Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, seperti terpantau pada Senin (2/2/2026). Sejumlah lubang besar menganga di badan jalan dan membahayakan pengguna jalan. (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Tambahan Personel Disiapkan

Untuk itu, Pramono memastikan telah menyetujui penambahan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pasukan Kuning untuk memperkuat jajaran Bina Marga.

Penambahan tenaga ini diharapkan dapat mempercepat proses penambalan dan perbaikan jalan, sehingga keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan dapat segera tertangani.

“Untuk PJLP jumlahnya berapa nanti akan diputuskan, tetapi memang dalam rapat saya sudah menyetujui untuk penambahan PJLP Bina Marga,” ujarnya.

Dengan jumlah personel yang lebih memadai, Pemprov DKI menargetkan perbaikan infrastruktur jalan bisa dilakukan lebih cepat dan merata di seluruh wilayah Jakarta.

Data Jalan Rusak

Pramono Anung mengakui, penanganan ribuan jalan berlubang di Ibu Kota belum sepenuhnya rampung.

Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf atas insiden kecelakaan karena jalan rusak di flyover Grogol yang kembali terjadi beberapa waktu lalu.

Dari data sementara yang dikantongi Pramono, kurang lebih ada 6.000 jalan rusak di Jakarta dan kini proses penambalan masih terus dilakukan.

“Sekarang ini penambalan itu dilakukan secara masif. Memang, lubang-lubang yang pada waktu minggu lalu kami hitung ada 6.000 sudah hampir sebagian besar kami tambal,” ucapnya di Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (12/2/2026).

Belum Sepenuhnya Terselesaikan

JALAN RUSAK - Kerusakan parah terjadi di Jalan Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, seperti terpantau pada Senin (2/2/2026). Sejumlah lubang besar menganga di badan jalan dan membahayakan pengguna jalan. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO).
JALAN RUSAK - Kerusakan parah terjadi di Jalan Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, seperti terpantau pada Senin (2/2/2026). Sejumlah lubang besar menganga di badan jalan dan membahayakan pengguna jalan. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO). (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Meski begitu, Gubernur Pramono blak-blakan mengakui perbaikan yang sudah dilakukan belum meliputi seluruh wilayah Jakarta secara menyeluruh.

“Bahwa apakah penambalan itu sudah menyelesaikan secara keseluruhan, mengcover Jakarta, saya harus mengatakan, belum,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bila kembali terjadi insiden kecelakaan gegara jalan rusak, seperti yang terjadi di Grogol hingga menyebabkan pengemudi ojek online (ojol) terluka parah, Pramono berdalih hal tersebut bukan karena pembiaran dari pemerintah.

“Sehingga kalau ada peristiwa seperti yang terjadi di Grog, ya itu adalah peristiwa yang tentunya Pemerintah Jakarta mohon maaf dan tidak ada keinginan sama sekali untuk membiarkan itu,” tuturnya.

Warga Diminta Tetap Waspada

Untuk itu, Pramono juga meminta para pengguna jalan tetap berhati-hati, terutama di titik-titik yang belum tersentuh perbaikan.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat yang beraktivitas di Jakarta untuk tempat-tempat tertentu mereka untuk berhati-hati,” kata Pramono.

Adapun saat ini Pemprov DKI Jakarta masih terus melakukan penambalan jalan rusak secara bertahap dengan menargetkan seluruh lubang jalan dapat tertangani guna mencegah risiko kecelakaan terulang kembali.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Peluang Kerja di Jakarta: Rano Usulkan 1.200 PJLP, Pramono Setujui Penambahan Tangani Jalan Rusak
  • Baca juga: Jalan Rusak Renggut Nyawa, Wagub Rano Blak-blakan Akui Aspal Jakarta Tak Kuat Kena Air
  • Baca juga: Siswa SMK Tewas Usai Terperosok Jalan Rusak, Pramono: Biaya RS hingga Pemakaman Ditanggung Pemprov
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.