TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH – Pembangunan Pasar Beringin Kota Sungai Penuh yang dimulai sejak 22 Oktober 2025 terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini berdiri di atas lahan seluas 2.649 meter persegi dengan bangunan sepanjang 79 meter dan lebar 30 meter.
Pasar tersebut dirancang sebagai gedung tiga lantai yang lebih representatif untuk aktivitas perdagangan di pusat kota.
Pihak konsultan pelaksana memaparkan bahwa fasilitas yang disiapkan tidak hanya berfokus pada area niaga, tetapi juga kenyamanan pengunjung.
Basement bangunan dirancang menampung 50 mobil dan 140 sepeda motor, menjawab kebutuhan parkir yang selama ini menjadi persoalan di kawasan pasar.
Untuk area dagang, Lantai 1 dan Lantai 2 masing-masing akan menampung 76 kios sehingga total tersedia 152 kios bagi para pedagang.
Pasar ini diharapkan menjadi ruang perdagangan yang lebih tertata, aman, dan modern.
Meski progres secara umum berjalan sesuai tahapan, proyek sempat menghadapi kendala teknis akibat kondisi lahan yang dipenuhi struktur bebatuan dan sisa pondasi gedung lama.
Proses pembersihan lahan memakan waktu lebih panjang dari prediksi awal.
Saat ini, masa pekerjaan tersisa 188 hari atau lebih dari enam bulan.
Untuk mengejar ketertinggalan, tim proyek bersama pihak terkait telah menyusun rencana percepatan selama 30 hari kalender, mulai Januari hingga Februari, dengan fokus pada pekerjaan struktur bawah dan atas basement.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jambi, Edia Putra, menegaskan bahwa proyek ini harus memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Target kita adalah manfaat pembangunan ini benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Sungai Penuh. Pasar Beringin bukan sekadar bangunan fisik, tetapi pusat aktivitas ekonomi yang menggerakkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Edia memastikan proyek tetap sesuai jadwal. “Agustus, ditargetkan selesai sesuai rencana,” tegasnya.
Ikon Baru Kota Sungai Penuh
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menuturkan bahwa pihaknya optimistis pembangunan berjalan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas.
“Kami memastikan proses pembangunan tetap berjalan tepat waktu dan sesuai standar mutu. Pasar ini harus dibangun dengan kualitas terbaik, memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan bagi para pedagang maupun pengunjung,” kata Alfin.
Ia berharap Pasar Beringin mampu menjadi ikon baru Kota Sungai Penuh dan meningkatkan citra kota sebagai pusat ekonomi yang modern. Alfin juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat yang terus memberikan dukungan.
“Terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan tokoh masyarakat yang telah mendukung pembangunan Pasar Beringin. Dukungan ini menjadi energi besar agar proyek ini berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang,” tambahnya.
(Tribunjambi.com/Herupitra)
Baca juga: Kejari Sungai Penuh Geledah Kantor Damkar Terkait Dugaan Penyalahgunaan Anggaran