Thailand tetap optimistis bahwa turis China masih terus mau liburan ke sana. Tahun Baru Imlek ini Thailand telah siap untuk menerima lonjakan turis.
Thailand's Airports of Thailand Plc (AOT) bersiap menghadapi lonjakan signifikan lalu lintas penumpang di enam bandaranya selama periode liburan Tahun Baru Imlek, dari 13-22 Februari 2026, seperti dikutip dari pada Kamis (12/2/2026).
Bandara Suvarnabhumi saja memperkirakan 444.255 penumpang pada rute ke China, peningkatan 24,2% dibandingkan tahun lalu. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap pemulihan pariwisata
Selama periode liburan sepuluh hari ini, AOT memperkirakan sekitar 4,11 juta penumpang akan melewati bandara-bandara utamanya, termasuk Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Mae Fah Luang-Chiang Rai, Phuket, dan Hat Yai. Jumlah ini terdiri dari sekitar 2,6 juta wisatawan internasional dan 1,51 juta penumpang domestik. Jumlah total penerbangan diperkirakan mencapai 24.847, dengan 14.295 penerbangan internasional dan 10.552 penerbangan domestik.
Data per 4 Februari 2026 menunjukkan peningkatan substansial dalam penerbangan dan penumpang yang berasal dari Tiongkok. Jumlah penumpang China diproyeksikan mencapai 679.259, menandai peningkatan 8,1% dari tahun ke tahun.
Bandara Suvarnabhumi, gerbang internasional utama Negeri Gajah Putih, diperkirakan akan menangani 444.255 penumpang hanya untuk rute ke China, peningkatan signifikan sebesar 24,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemulihan ini menggarisbawahi meningkatnya kepercayaan pada industri pariwisata Thailand dan kebangkitan kembali yang kuat dalam perjalanan internasional dari China.
AOT berencana untuk menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek di dalam terminal penumpang. Bandara akan menampilkan pertunjukan barongsai dan demonstrasi budaya, untuk meningkatkan suasana meriah bagi para pelancong.
Lalu lintas udara diperkirakan padat, AOT sangat menyarankan semua penumpang untuk tiba di bandara setidaknya dua hingga tiga jam sebelum waktu keberangkatan yang dijadwalkan untuk menghindari potensi keterlambatan dan ketinggalan penerbangan selama jam sibuk.







