TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan kebutuhan darah di wilayah tersebut mencapai rata-rata 2.000 kantong per hari. Namun, ketersediaan stok saat ini masih belum mencukupi.
Ketua PMI Provinsi Sumbar, Aristo Munandar, mengatakan peningkatan kebutuhan darah terjadi hampir setiap waktu, sementara partisipasi pendonor belum mampu menutup permintaan tersebut.
“Memang kebutuhan darah di Sumbar selalu meningkat, tapi ketersediaannya masih kurang. Ini tentu butuh partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak,” ujar Aristo Munandar saat menghadiri kegiatan donor darah yang digelar Partai Gerindra Sumbar di Gedung Beladiri, GOR Haji Agus Salim Padang, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Gerindra Sumbar Targetkan 6.000 Kantong Darah di HUT ke-18 untuk Kebutuhan Ramadan hingga Lebaran
Ia menjelaskan, sesuai undang-undang, penyediaan darah menjadi tanggung jawab dua institusi, yakni pemerintah melalui Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) dan PMI.
“PMI ini memang tugas pokoknya menyediakan darah. Karena itu, kolaborasi menjadi sangat penting. Kami berharap kegiatan donor darah seperti ini bisa menggerakkan kelompok-kelompok lain untuk ikut mendonorkan darahnya,” katanya.
Menurut Aristo, kebutuhan darah tidak bisa digantikan dengan bahan lain karena hanya bisa berasal dari manusia.
“Kebutuhan darah ini tidak bisa diganti. Harus darah manusia. Kalau tidak ada yang bersedia mendonorkan darahnya, bagaimana nasib saudara-saudara kita yang membutuhkan?” ujarnya.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Kamis 12 Februari 2026: Ayam Potong Tembus Rp75 Ribu, Beras Super Rp19.500
Secara rinci, Aristo menyebutkan kebutuhan darah di Kota Padang saja mencapai sekitar 200 kantong per hari.
Sementara secara keseluruhan di Sumbar, rata-rata kebutuhan darah mencapai 2.000 kantong per hari.
“Untuk UDD PMI kita saat ini ada lima, yakni di Padang, Bukittinggi, Solok, Tanah Datar, dan Pasaman Barat. Namun ketersediaannya masih belum mencukupi,” jelasnya.
Sebagai solusi, pemerintah juga telah menghadirkan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) di sejumlah rumah sakit untuk membantu pemenuhan kebutuhan darah masyarakat.
Baca juga: Waspada Virus Nipah, BKK Padang Perketat Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan
“Ini bentuk kolaborasi yang baik antara PMI dan pemerintah. Tapi kita akui, setiap hari ketersediaan darah di Sumbar masih kurang. Karena itu kami berharap setiap hari ada donor darah agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi,” katanya.
Atas nama PMI Sumbar, Aristo turut mengapresiasi kegiatan donor darah yang digelar Gerindra dalam rangka hari jadinya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gerindra yang telah menggelar kegiatan donor darah ini. Mudah-mudahan ini berdampak besar terhadap pemenuhan kebutuhan darah di Sumbar,” tutupnya.(*)