"Kami Tak Diajak Konsultasi" Dinas ESDM Sebut Mall Terbesar Dibangun di Lokasi Tanah Gerak Semarang
rival al manaf February 12, 2026 10:54 PM

TRIBUNJATENG.COM - Pakuwon Mall Semarang yang digadang-gadang akan menjadi Mal Terbesar di Indonesia dibangung di wilayah tanah gerak di kawasan Gombel Lama.

Mal dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah itu ditargetkan beroperasi tahun 2029.

Namun ada risiko tanah gerak yang saat ini menimpa di beberapa wilayah seperti di Semarang dan Tegal.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah menyebut, kawasan Gombel Semarang merupakan kawasan geologi sesar aktif yang harus terhindar dari aktivitas infrastruktur berat. 

Baca juga: Calon Mal Terbesar di Indonesia Dibangun di Atas Tanah Gerak Kota Semarang

Baca juga: BPBPK Jateng Temukan Pola Retakan di Kampung Sekip 1 Jalur hingga Gombel dan Gunungpati Semarang

"Ya terkait pembangunan mal tersebut di kawasan Gombel Semarang kami tidak pernah diajak berkonsultasi.

Namun daerah itu merupakan zona struktur geologi yang aktif," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto kepada tribunjateng.com, Kamis (12/2/2026).

Agus menyebut, gerakan patahan sesar yang terjadi di daerah Gombel sudah terlihat di kontur Jalan Gombel Lama yang mudah rusak.

Ia juga mengungkap, kawasan itu pernah terjadi kerusakan sebanyak 40 unit rumah berupa dinding retak-retak di Perumahan Gombel Indah.

Ia melanjutkan, struktur geologi aktif di Gombel mirip dengan kondisi di tanah gerak di Jangli Semarang.

Struktur itu terdiri dari formasi halang dan formasi rambatan.

Formasi halang berupa struktur batuan pasir. Di bawah formasi ini adalah formasi rambatan yang didominasi oleh batuan lempung.

Pergerakan struktur ini berjalan lambat.

"Tapi sewaktu-waktu nanti terjadi gerakan pasti akan mempengaruhi terhadap suatu bangunan konstruksi yang ada di atasnya," ungkapnya. 

Kendati demikian, ia menyakini pelaku usaha di kawasan itu sudah mengetahui potensi ancaman tersebut karena dalam suatu perencanaan kegiatan pembangunan yang berskala besar tentu semua aspek akan dihitung.

Proses penghitungan tersebut tentunya juga memperhitungkan potensi ancaman bencana.

"Mereka pastinya sudah mendapatkan informasi dan dengan teknologinya mereka bisa mengelola hal itu.

Dari kami silahkan saja karena proses kewenangan pembangunan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang mengeluarkan Pemkot Semarang," ujarnya. 

Terkait jangka waktu ancaman tanah gerak, Agus mengaku tidak bisa memperkirakan bencana tersebut.

Ia hanya menegaskan, tanah gerak secara alamiah akan menstabilkan diri apabila kestabilannya terganggu.

Hal itu juga perlu indikator penyebab lainnya seperti kontur kelerengan tanah dan struktur bantuan yang ada di bawahnya. 

"faktor-faktor eksternal lainnya yakni curah hujannya tinggi atau tidak dan sistem drainase yang ada di atas tanah tersebut," ujarnya. 

Agus menambahkan, masyarakat yang sudah mengetahui potensi tanah gerak di kota Semarang sebaiknya menghindari proses pembangunan di atas tanah tersebut. 

"Perlu ada antisipasi atas potensi yang mengancam saat kita ketahui di daerah situ memiliki potensi ancaman terhadap rencana kegiatan kita. Kalau bisa dihindari," tambahnya. (

Dicegah Dengan Soulder Pile

GROUNBREAKING - Alat Berat mengebor tanah di kawasan Gombel Lama sebagai tanda groundbreaking Pakuwon Mall, Senin (18/8/2025).
GROUNBREAKING - Alat Berat mengebor tanah di kawasan Gombel Lama sebagai tanda groundbreaking Pakuwon Mall, Senin (18/8/2025). (TRIBUNJATENG/Eka Yulianti Fajlin)

Sebelumnya, saat ground breaking Pakuwon Mall Semarang pada Senin (18/8/2025) pergerakan tanah di kawan Gombel Lama juga disinggung.

Dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti itu disebut sudah ada solusi tentang tanah gerak di lokasi tersebut.

"Nanti, pergeseran tanah di Gombel Lama akan selesia dengan soulder pile," ucap Agustin.

Ia justru yakin pembangunan Pakuwon di Gombel Lama akan memberikan dampak positif tidak hanya perekonomian saja.

Lebih lanjut, Agustin menambahkan, hadirnya mal terbesar di Indonesia ini akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Tentu, ini akan menimbulkan multiplier effect bagi ibu kota Jateng. 

Dia optimistis, pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang bisa tumbuh hingga delapan persen dengan tingginya investasi yang masuk.

"Disekitar akan tumbuh perekonomian. Di sekitar gombel, Tinjomoyo dan Ngesrep ikut terangkat," katanya.

Tentang Pakuwon Mall Semarang

Mal terbesar di Indonesia bakal hadir di Kota Semarang dengan ditandainya groundbreaking Pakuwon Mall Semarang, di kawasan Gombel Lama, Senin (18/8/2025). 

Pakuwon Mall Semarang yang digadang menjadi mal terbesar di Indonesia mencakup area seluas 12,7 hektar pada pembangunan tahap pertama.

Area tersebut terdiri atas pusat perbelanjaan dengan Net Leasable Area (NLA) 134.000 meter persegi, piazza berkapasitas 5.000 orang, serta Exhibition dan Convention Hall.

Area parkir berkapasitas 5.000 mobil dan 3.000 motor. Serta, hotel bintang 4 dan 5 dengan total 538 kamar. 

Direktur Marketing Pakuwon, Sutandi Purnomosidi mengungkapkan, pembangunan tahap pertama ini ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2029, dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 10.000 orang. Rekrutmen tenaga kerja diperkirakan mendekati 2029 saat mal ini akan mulai beroperasi. 

"Setelah beroperasi nanti, Pakuwon Mall akan minimal menyerap 10.000 tenaga kerja.

Satpam, cleaning servis, petugas parkir, seluruh SPG toko di Pakuwon. Kami berkomitmen bahwa akan mengutamakan yang ber-KTP Semarang," tuturnya. 

Sutandi memaparkan, proyek ini merupakan superblok perdana Pakuwon di Kota Semarang dengan investasi tahap pertama senilai Rp5,6 triliun.

Diperkirakan, investasi bisa mencapai lebih dari Rp12 triliun jika digabungkan dengan tahap kedua. 

Sementara, tahap kedua akan dibangun setelah pusat perbelanjaan ini sudah beroperasi.

Luas pembangunan di tahap kedua mencapai 80.000 meter persegi NLA. 

"Nah, ketika tahap dua jadi itu luas Pakuwon Mall Semarang ini akan menjadi 214.000 meter persegi. ini bukan mall terbesar nomor dua tapi terbesar nomor se-Indonesia Karena Pakuon Mall Surabaya yang saat ini yang terbesar dengan luas 200.000 NLA itu terdiri dari Pakuon Mall dan Pakuon Trade Center," jelasnya. 

Dia meyakini hadirnya Pakuwon Mall akan menjadi penggerak roda ekonomi bagi Kota Semarang.

Target pasar Pakuwon Mall pun tidak hanya ibu kota Jateng melainkan daerah sekitar seperti Batang, Demak, Kudus, dan lainnya. 

Hanya saja, diakuinya, proses pembangunan memang membutuhkan waktu cukup panjang. Pada satu tahun pertama, pembangunan struktur tanah agar tidak bergerak.

Pasalnya, diketahui, wilayah Gombel Lama ini dikenal daerah patahan yang cukup rawan terjadi pergerakan tanah. 

"Dalam satu tahun ke depan, mungkin tidak akan melihat ada pergerakan apapun karena pembangunannya ke dalam tanah," ujarnya. (iwn/eyf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.