ULTIMATUM Keras Iran Tolak Perintah AS untuk Tunduk soal Produksi Nuklir, Akui Siap Hadapi Trump
Tribun-video February 12, 2026 10:55 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Ancaman keras disampaikan oleh Presiden Iran Irab Masoud Pezeshkian dalam peringatan ke-47 Revolusi Islam Iran.Ultimatum disampaikan Pezeshkian di tengah bocornya rencana serangan AS dan israel ke Teheran.Dikutip dari Time of India, ultimatum keras itu disampaikan pada Rabu (11/2/2026).Di depan ribuan orang di Lapangan Azadi, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah akan tuntutan apapun.Termasuk tuntutan dari Washington.Pezeskhkian menegaskan bahwa Teheran tak akan mengikuti perintah dari AS untuk menghentikan program nuklir.Ia menuturkan bahwa program nuklir akan terus dijalankan dengan damai dan terbuka.Teheran juga menolak perluasan pembicaraan rudal atau pengaruh regional dengan AS.Peringatan tegas Teheran ini menunjukkan kekuatan dan persatuan dari Iran yang tak mau tunduk pada aturan AS.Dalam pidatonya itu, unit Basij juga terus berjaga dan mengamati sitasi sekitar.Hal ini lantaran ketegangan di Iran belum mereda di tengah ancaman perang nuklir dari AS.Di tengah perayaan, sejumlah warga terlihat membawa gambar Trump dengan slogan mencerminkan sikap perlawanan.Peringatan revolusi tahun ini juga diwarnai ketegangan domestik. Di sejumlah wilayah Teheran, sebagian warga kembali melontarkan slogan antipemerintah dari balkon apartemen pada Selasa malam waktu setempat. (Tribun-Video.com)https://www.theguardian.com/world/2026/feb/11/iran-president-denies-it-seeks-nuclear-weapon-admits-shame-after-protests?utm_source=chatgpt.comProgram: Tribunnews UpdateHost: Nila IrdaEditor Video: Nur Rohman UripUploader: Tri Hantoro#viory #trump #iran #masoudpezeshkian