Prinsip Hidup Kuat Adi Sutarwijono Bikin Istri dan Anaknya Tegar Ikhlas
Dyan Rekohadi February 13, 2026 12:04 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ibu dan dua anaknya yang sudah dewasa itu berusaha tegar.

Ketiganya terus berdiri tegap dengan cobaan yang tidak ringan. 

Kehilangan orang yang dicintainya untuk selama-lamanya.

Meski goncangan itu tidak ringan, namun mereka terus berusaha tegar.

Mereka tetap menyapa ratusan pelayat di Grand Heaven Surabaya saat ibadah peti mati dan pemberkatan jenazah Adi.

Para pelayat itu terus memberi support ketiganya.

Baca juga: Adi Sutarwijono Dimakamkan di TPU Keputih Surabaya, Eri Cahyadi Ungkap Momen Haru dalam Mimpi

Lusia Yekti Handayani bersama dua anaknya, Ignatius Sangaji dan Maria Margaretha Dyah Prasasti adalah istri dan anak dari mendiang Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.

Mantan wartawan itu wafat di usianya yang 57 tahun.

Adi tutup usia karena menderita kanker hati.

Meski penyakitnya ini sudah lama diderita, tapi Adi enggan mengeluh di tengah padatnya melayani masyarakat Surabaya.

"Saya menjadi saksi, hampir 24 jam waktunya Pak Adi untuk rakyat Surabaya. Ibu di Rungkut bahagia anaknya tidak putus sekolah dibantu Pak Adi. Yang lain diuruskan operasi usus buntu," kenang Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan.

Belum genap menyampaikan kesan, Ketua Komisi C yang mewakili DPC PDIP Surabaya itu tak kuasa menahan isak sedih.

Terlalu banyak masyarakat Surabaya yang dibantu ketua DPRD itu melalui program-program kerakyatan.

Baca juga: Momen Haru Pemberkatan Jenazah Adi Sutarwijono di Grand Heaven Surabaya

 

Tetap Tegar

Lusi yang terus menguatkan dua anaknya berusaha makin tegar.

Semua sudah ada jalannya. Perempuan kuat ini sadar bahwa selama bersama Adi, waktu keluarga pun terenggut.

Hampir semua waktunya didedikasikan untuk warga.

"Kami jarang bertemu. Tapi bersama rakyat, itulah sumber hidupnya. Sumber semangatnya. Kalau tidak bertemu warga mangke malah nglokro," ucap Lusia di pemberkatan jenazah.

Sebagai istri, dia tahu betul yang pertama dicintainya adalah jurnalistik. Wartawan.

Adi pernah hidup di dunia ini. Ketua dewan itu memang pernah berkarir di Harian Surya dan Tempo sebelum akhirnya terjun ke politik.

Selain jurnalistik, Adi disebut Lusia, sangat mencintai partai PDIP.

Partai inilah yang bisa mengaktualisasikan dirinya untuk membantu masyarakat dengan kerja-kerja kerakyatan.

Menjadi ketua DPC PDIP Surabaya dan sekaligus ketua DPRD Surabaya dua periode hingga tutup usia.

"Terima kasih PDIP telah memberikan hidup Pak Adi manfaat untuk masyarakat," kata Lusia.

Baca juga: DPRD Surabaya Gelar Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono, Suasana Duka Menyelimuti

Keluarga Adi juga menghaturkan terima kasih kepada gereja, paroki, dan ruh kudus yang telah membimbing dalam setiap kehidupan mereka.

Romo Kurdo yang memimpin ibadah tutup peti juga yang mendukung Adi hingga saat ini.

Lusia yang terus menguatkan putra putrinya mengakui bahwa tak ada bisa memilih dalam kehidupan ini saat pemilik kehidupan memanggilnya.

"Kami harus kuat. Keluarga harus ikhlas saat Bapak dipanggil Tuhan di RS di Jakarta," kata Lusia yang terus tegar.

Kedekatan masyarakat, perhatian Pemkot Surabaya, DPRD, dan kepedulian semua pihak yang menjadikan Lusia dan dua anaknya tetap kuat. Atas nama keluarga Lusia mengapresiasi.

"Karena kecintaan dan perhatian masyarakat Surabaya dan semua pihak inilah, kami masih bisa tegar dengan segala perjuangan kami," katanya kepada Surya.co.id.

Adi meninggalkan keluarga untuk selamanya.

Lusia bersyukur bisa mengarungi kehidupan bersama suami hebatnya. Kedua anaknya sudah lulus kuliah.

Lusia paling ingat betul dengan prinsip hidup yang terus dijaga.

"Bapak selalu mengajarkan ketegaran, kegigihan, perjuangan, kerja keras dan totalitas. Kami juga diajari kesabaran," ucap Lusia.

Satu hal yang terus selamanya akan dijadikan prinsip yang diajarkan Adi Sutarwijono adalah hidup harus berarti.

Memberi manfaat kepada sesama. Kepada orang lain.

Tidak boleh mengeluh apalagi memusuhi orang lain.

Prinsip itulah yang terus Lusia pegang. Prinsip kuat ini menjadi spirit keluarga untuk terus melangkah dalam situasi apa pun.

"Jadi kami sudah ikhlas Bapak menghadap Tuhan. Bapak juga sudah menyelesaikan tugas dengan baik. Kami sudah merelakan kepergian Bapak untuk selamanya," ucap Lusia penuh ketegaran. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.