TRIBUN-MEDAN.com - Seorang ayah di Palembang meninggalkan surat kepada istri dan dua anaknya lalu pergi dari rumah.
Pria bernama Yuwono (43) itu hilang sejak tanggal 28 Januari 2026.
Nelly (40) istri Yuwono mengungkapkan, ia menemukan surat tak lama setelah sang suami pergi meninggalkan rumah di Jalan Harapan Jaya 1, Kalidoni, Palembang.
Dalam tulisan tangannya, Yuwono menyampaikan curahan hati bernada penyesalan.
Ia menuliskan ingin membahagiakan 'Bunda dan Anak-anak'.
Tapi di baris berikutnya Yuwono menuliskan sejumlah tanggungan yang masih dipikirkan seperti, kredit KPR, motor dan utang piutang.
"Hampir tiap malam tidak bisa tidur menutup mata," bunyi kalimat yang ditulis dalam surat.
Di bawah tulisan Yuwono, ternyata tulisan anaknya yang kecil berusia 7 tahun menuliskan kalimat menyentuh 'Ayah adek sayang Ayah'.
Kalimat singkat itu menjadi penutup di kertas yang sama, sambil menunggu sang ayah kembali ke rumah.
Punya 2 Anak Kecil
Kepada Sripoku.com dan Tribunsumsel.com Nelly menceritakan, kedua anaknya yang masing-masing berusia 9 tahun dan 7 tahun, masih menunggu kepulangan ayahnya.
"Anak kami ada dua semuanya laki-laki. Yang kecil usia 7 tahun nanyain ayahnya terus, kapan ya ayah pulang katanya. Pas surat itu saya temukan, dia ternyata nulis di surat itu," ujar Nelly, Kamis (12/2/2026).
Sedangkan anak pertama yang berusia 9 tahun masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD), dari laporan guru juga belakangan sering melamun.
"Kalau kata guru di sekolah sering melamun belakangan ini, mungkin kepikiran ayahnya," katanya.
Berawal Di-PHK
Nelly mengungkapkan sebelum pergi meninggalkan, belakangan suaminya mulai terlihat seperti orang linglung dan sering diam.
Suaminya juga terkena PHK sejak bulan Juni 2025 dari pekerjaannya.
"Ngomongnya sedikit-sedikit kalau diajak komunikasi. Dulu habis kena PHK, tapi belakangan ini mulai berubah kayak orang linglung," sambungnya.
Ia melanjutkan, Yuwono cenderung tertutup jika ada masalah atau beban yang dipikirkan.
"Mudah kepikiran orangnya. Kalau soal kredit insyaallah keluarga siap dibantu keluarga," katanya.
Keluarga mengkhawatirkan keadaan Yuwono yang mana pada saat meninggalkan rumah hanya membawa sebuah sepeda, tanpa uang dan handphone.
Sepeda pun dari informasi Nelly dapat dari warga yang melihat Yuwono, sudah tidak lagi dipakai.
"Pernah terlihat orang di kawasan Kuto tapi sepedanya sudah tidak ada, pakaiannya juga sudah ganti," katanya.
Bagi masyarakat yang melihat keberadaan Yuwono ia meminta agar diamankan sementara di pos satpam terdekat atau kantor polisi terdekat, sambil menunggu keluarga menjemput.
"Anak-anak nanya terus kapan ayah pulang. Kami harap kalau ada yang menemukan suami saya, tolong dititipkan dulu di pos satpam atau kantor polisi terdekat, " tutupnya.
(*/tribun-medan.com)