236 Mahasiswa FKG Unair Surabaya Ikuti Pradik Sebelum Terjun ke RS Pendidikan
Cak Sur February 13, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA -  Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menekankan pentingnya etika, profesionalisme dan integritas bagi mahasiswa yang akan memasuki pendidikan klinik melalui program pembekalan pra pendidikan (Pradik).

Dekan FKG Unair, Prof Dr drg Muhammad Luthfi M.Kes, menyampaikan bahwa jumlah peserta pradik mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, dengan total sekitar 236 mahasiswa. Seluruh peserta dinyatakan berhasil mengikuti rangkaian kegiatan dari hari pertama hingga akhir.

“Peserta pada momen hari ini sekitar 236 orang, dan alhamdulillah semuanya dapat mengikuti proses Pradip dari awal sampai akhir. Ini penting karena program ini harus diikuti secara penuh. Jika satu hari saja tidak mengikuti, maka peserta harus mengulang,” ujar Prof Luthfi usai angkat janji dalam Pradik, Jumat (13/2/2026).

Transisi dari Teori ke Praktik Klinik

Menurut Prof Luthfi, program Pradip menjadi tahap penting dalam memberikan bekal kepada mahasiswa, sebelum menjalani pendidikan klinik di rumah sakit yang memiliki karakter berbeda dengan pembelajaran di lingkungan fakultas.

Ia menjelaskan bahwa selama di fakultas, mahasiswa lebih banyak mendapatkan pendidikan teoretis melalui media pembelajaran seperti manekin dan laboratorium. Sementara dalam pendidikan klinik, mahasiswa akan langsung berhadapan dengan pasien sebagai bagian dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Karena itu, pihak fakultas menekankan pentingnya empati, etika dan profesionalisme dalam setiap interaksi dengan pasien.

“Pasien membutuhkan pelayanan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berlandaskan kepedulian dan sikap profesional,” ujarnya.

Pentingnya Integritas dan Kejujuran

Selain etika, integritas dan kejujuran juga menjadi nilai utama yang harus dimiliki mahasiswa. Kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan, sangat bergantung pada sikap jujur dan transparan dalam menjalankan proses pendidikan maupun pelayanan.

“Kejujuran merupakan faktor penting dalam keberhasilan seorang dokter. Mahasiswa harus menghindari tindakan manipulatif atau penipuan dalam aktivitas pendidikan maupun pelayanan kesehatan,” jelas Prof Luthfi.

Dalam pelaksanaan pendidikan profesi, FKG Unair juga menekankan pentingnya kerja sama antar tenaga kesehatan di rumah sakit, mulai dari tenaga medis, administrasi hingga sesama mahasiswa.

Mahasiswa diharapkan tidak ragu untuk berdiskusi dan bertanya kepada pembimbing guna meningkatkan kompetensi klinik.

Peningkatan Fasilitas Pendidikan

Prof Luthfi menambahkan, proses pendidikan profesi juga menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan kasus pasien tertentu yang diperlukan mahasiswa untuk memenuhi kompetensi.

Oleh karena itu, penguatan kerja sama antara fakultas dan rumah sakit pendidikan terus dilakukan agar mahasiswa memperoleh pengalaman klinik yang optimal.

Selain itu, fakultas bersama rumah sakit juga melakukan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pengembangan ruang dosen, ruang mahasiswa, serta optimalisasi penggunaan dental unit.

“Melalui kerja sama dan pengembangan fasilitas ini, kami memiliki visi yang sama untuk memberikan proses pendidikan terbaik bagi mahasiswa,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.