Guru Matematika SMK se Indonesia Melek AI untuk Siapkan Kualitas Lulusan di Dunia Kerja
Anita K Wardhani February 13, 2026 04:38 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Perkembangan di era kecerdasan buatan (AI) tidak bisa dianggap angin lalu tapi harus diambil nilai manfaatnya. 

Puluhan guru matematika SMK dari berbagai wilayah di Indonesia menangkap peluang ini dengan mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi melalui pelatihan.

Baca juga: Wagub Jatim Emil Dardak Dorong Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Percepatan Wirausaha

Pada pelatihan yang digelar 8–14 Februari 2026 lalu, menjadi sinyal kuat bahwa penguatan matematika SMK terus didorong untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21, dimulai dari integrasi AI, perencanaan pembelajaran yang lebih tajam, asesmen yang lebih bermakna.

Dengan orientasi pembelajaran mendalam yang relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) diharapkan bisa mengasah kesiapan lulusan yang bermutu.

Kegiatan ini diikuti 40 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai upaya memperkuat kapasitas guru dalam pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja ini digelar di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata Depok Jawa Barat. 

Sebanyak 40 peserta dibagi ke dalam dua kelas, yakni Kelas A dan Kelas B. Masing-masing kelas didampingi dua fasilitator dari Universitas Pamulang. 

Fasilitator Kelas A adalah Aden, S.Si., M.Pd. dan Dr. Choirul Basir, S.Si., M.Si. Sementara Kelas B didampingi Dr. Fikron Al Choir, S.Pd., M.M. serta Tabah Heri Setiawan, S.Si., M.Pd. Pendampingan intensif ini dirancang agar peserta mendapatkan ruang praktik, diskusi, dan umpan balik yang memadai selama pelatihan.

Dihadiri langsung oleh Kepala BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Dr. Nana Halim, S.E., M.M menjadi tanda jika ada dukungan kelembagaan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di satuan pendidikan vokasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D menekankan pentingnya penguatan matematika bagi siswa SMK agar literasi numerasi tidak berhenti pada kemampuan dasar.

"Penguatan matematika tidak berhenti pada kemampuan dasar tetapi berdampak pada kesiapan lulusan saat memasuki Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)," kata Tatang.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas pembelajaran matematika di SMK merupakan salah satu fondasi keterampilan kerja, terutama pada aspek pemecahan masalah, penalaran, dan berpikir kritis.


Pelatihan ini dirancang dengan kurikulum dengan rangkaian materi disusun terstruktur dalam total 50 jam pelajaran (JP) yang terbagi dalam tiga rumpun. 

Pada Program Umum (3 JP), peserta memperoleh penguatan kebijakan melalui materi Kebijakan Kemendikdasmen (2 JP) serta Orientasi Teknis Pelaksanaan Pelatihan (1 JP) untuk menyamakan persepsi, aturan main, dan target kompetensi.


Porsi terbesar berada pada Program Pokok (42 JP). Materi inti dimulai dengan Pembelajaran Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) pada Jenjang SMK (3 JP) yang menekankan pemahaman tujuan, integrasi, serta pemanfaatan AI dalam konteks pembelajaran di SMK. Dilanjutkan dengan materi 

Pembelajaran Mendalam/Deep Learning (Filosofis, Teoretis, dan Praktis) (3 JP) yang membahas kerangka kerja dan implementasi pembelajaran mendalam, termasuk perubahan pola pikir (mindset), elemen desain pembelajaran, serta pembedaan pendekatan “root learning” dan “deep learning” agar lebih aplikatif untuk pembelajaran matematika SMK.


Pelatihan juga berfokus pada perangkat pembelajaran dan implementasi kelas. 

Peserta mengikuti Analisis Capaian Pembelajaran Matematika (10 JP) untuk menganalisis capaian pembelajaran secara berkelompok sehingga mampu menyusun tujuan pembelajaran dan alurnya. 

Materi ini berlanjut pada Pengembangan Perencanaan Pembelajaran Matematika (14 JP) yang menekankan penyusunan modul ajar atau RPP matematika berdasarkan elemen dan aspek pada capaian pembelajaran. 

Setelah itu, peserta mendalami Asesmen pada Matematika (10 JP), mencakup pengembangan asesmen formatif dan sumatif agar lebih terukur, selaras dengan tujuan pembelajaran, serta relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan siswa SMK. Program pokok juga dilengkapi sesi Kebugaran (2 JP) untuk membiasakan praktik olahraga ringan sebagai upaya menjaga kebugaran dan semangat kerja selama pelatihan intensif.


Selain materi utama tersebut, pelatihan turut memberikan penguatan fondasi matematika bagi guru, khususnya pada pemantapan konsep-konsep penting serta pendekatan yang lebih aplikatif untuk konteks vokasi. 

Peserta tidak hanya memahami kerangka konsep, tetapi juga mendapatkan contoh dan strategi penerapan yang lebih dekat dengan realitas pembelajaran dan kebutuhan kompetensi siswa.


Pada Program Penunjang (5 JP), agenda meliputi Pembukaan dan Penutupan (2 JP), Pre-test dan Post-test (2 JP) untuk memotret perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan, serta Evaluasi Penyelenggaraan (1 JP) sebagai pengukuran efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.


Secara substansi, pelatihan ini juga diletakkan sebagai bagian dari penguatan pilar pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan tiga orientasi: Meaningful Learning (pembelajaran bermakna), Mindful Learning (pembelajaran berkesadaran), dan Joyful Learning (pembelajaran menyenangkan). 

Melalui ketiga pilar tersebut, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran matematika yang tidak hanya menuntaskan materi, tetapi juga membangun pemahaman konseptual, refleksi, dan pengalaman belajar yang positif bagi siswa.


Di akhir kegiatan, peserta diharapkan dapat menerapkan hasil pelatihan di satuan pendidikan masing-masing, sekaligus menularkan praktik baik kepada rekan sejawat di sekolah. Dengan cara itu, dampak pelatihan tidak berhenti pada 40 peserta, melainkan meluas melalui komunitas guru dan kolaborasi di tingkat sekolah.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.