TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kini berada di garis depan pengembangan tata kelola arsip perguruan tinggi nasional.
Bersama delapan perguruan tinggi negeri lain, UNG dilibatkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam penyusunan instrumen kearsipan dinamis yang akan menjadi acuan resmi di tingkat nasional.
Baca juga: Wamen Diktisaintek Stella Apresiasi Hasil Penelitian UNG
Langkah ini menegaskan posisi UNG tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai institusi yang aktif membangun sistem manajemen modern dan transparan.
Baca juga: Rektor UNG Apresiasi Tiga Doktor Baru, Perkuat Kapasitas Akademik dan Inovasi
Penyusunan instrumen tersebut mencakup Klasifikasi Arsip (KA), Jadwal Retensi Arsip (JRA), serta Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis (SKKAAD) yang dirancang untuk mendukung fungsi substantif perguruan tinggi negeri.
Dokumen ini menjadi fondasi strategis bagi terciptanya pengelolaan arsip yang lebih tertata, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan tata kelola modern.
Baca juga: Rektor UNG Lepas Mahasiswa Apoteker untuk Program PKPA di Sumatera
Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum UNG, Arief Racman Hakim Abdul S.Pd., M.Pd., menegaskan, “Keterlibatan UNG dalam penyusunan instrumen tersebut menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan nasional di bidang tata kelola administrasi.
Sebagai bentuk komitmen, UNG mengutus tenaga kependidikan dengan jabatan fungsional untuk terlibat langsung dalam proses penyusunan instrumen kearsipan ini.
Baca juga: Rektor UNG Lantik Pejabat Fungsional, Soroti Integritas dan Komitmen Tridharma
Partisipasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi substantif, tetapi juga memperkaya perspektif teknis dalam perumusan kebijakan.
“Kami memiliki komitmen penuh untuk mewujudkan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien. Pengelolaan arsip bukan sekadar administrasi, tetapi bagian penting dari tata kelola organisasi perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel,” tambah Arief.
Keterlibatan UNG dalam inisiatif ini semakin menegaskan peran universitas sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga pada penguatan sistem manajemen dan tata kelola profesional.
Harapannya, langkah strategis ini dapat mendorong terciptanya standar pengelolaan arsip perguruan tinggi negeri yang modern, terintegrasi, dan diakui secara nasional. (***/UNG)