TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Bank Syariah Indonesia (BSI) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui BSI Muhammadiyah Festival (MU-FEST) 2026.
Bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), MU-FEST 2026 menjadi langkah strategis BSI dalam mendorong literasi keuangan, inklusi perbankan syariah, serta mencetak generasi emas yang modern dan berdaya saing.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya mengatakan sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI melihat kampus sebagai episentrum pencetakan generasi masa depan.
Oleh karena itu, BSI MU-FEST 2026 tidak hanya dirancang sebagai ruang kreativitas melalui seni, fashion, dan teknologi, tetapi juga wadah edukasi finansial yang inklusif.
"Pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun bangsa. Melalui ekosistem perbankan syariah yang terintegrasi di lingkungan kampus, BSI ingin mendampingi langkah para civitas akademika UMY menuju generasi emas. Kami hadir memberikan solusi finansial yang modern, aman, dan membawa nilai-nilai kebaikan, sekaligus mendukung minat dan bakat generasi muda," katanya, Sabtu (14/2/2026).
Arief melanjutkan BSI MU-FEST 2026 adalah wujud nyata komitmen BSI untuk terus bersinergi dengan Muhammadiyah.
Kolaborasi antara BSI dan Muhammadiyah terus mencatatkan pertumbuhan yang positif.
Hal ini tercermin dari integrasi layanan perbankan BSI dengan berbagai amal usaha Muhammadiyah, mulai dari pengelolaan likuiditas, digitalisasi pembayaran UKT mahasiswa, payroll pegawai, hingga yang terbaru integrasi sistem pembayaran anggota Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Super App (MASA) dengan super-app BYOND by BSI.
Baca juga: ACC Optimalkan Potensi Pasar Otomotif Yogyakarta Lewat Carnival 2026
"Sinergi ini dirancang untuk menciptakan close loop transaction yang bermanfaat bagi kemandirian ekonomi umat," ujarnya.
Penyelenggaraan BSI MU-FEST 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan penguatan program Asta Cita di bidang pendidikan serta ekonomi kerakyatan, khususnya di lingkungan UKM Muhammadiyah.
Hal itu diwujudkan dengan layanan klinik UMKM di MU-FEST 2026. Melalui layanan ini, UKM Muhammadiyah dapat mengakses konsultasi, pendampingan, serta literasi keuangan syariah.
Para UKM Muhammadiyah juga mendapat kemudahan transaksi dan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta akses permodalan bagi UMKM.
"Ini menjadi upaya BSI untuk mendorong ekonomi kerakyatan, khususnya untuk UKM Muhammadiyah," lanjutnya.
Ia berharap sinergi ini menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem kampus Muhammadiyah, meningkatkan kesadaran investasi emas sejak dini, serta memberi manfaat seluas-luasnya bagi seluruh civitas akademika UMY.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Organisasi, Ideologi, Kaderisasi dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah, Agung Danarto menambahkan kewirausahaan menjadi salah satu aspek kuat dalam ekonomi. Harapannya kampus juga turut berperan dalam pengembangan kewirausahaan.
"UMY sebagai salah satu institusi pendidikan milik persyarikatan Muhammadiyah juga diharapkan semantiasa mendorong para mahasiswanya serta para alumni-nya untuk berkiprah di berbagai bidang ekonomi," ujarnya.
Muhammadiyah dan BSI diharapkan dapat terus meningkatkan intensitas kolaborasi, terutama dalam hal pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan wirausaha baru.
"Basis untuk meningkatkan potensi umat itu terletak pada upaya pembinaan UMKM," tambahnya. (maw)