TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Bank Mandiri, dan InJourney Aviation Services (IAS) meluncurkan layanan medical tourism terintegrasi pertama di Indonesia yang menghubungkan layanan kesehatan, perbankan digital, dan pendampingan perjalanan udara dalam satu ekosistem terpadu di Bali International Hospital (BIH).
Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat ekosistem BUMN sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat. Senior Vice President Retail Deposit Product Solution Bank Mandiri, Rudi Nugraha menjelaskan bahwa integrasi layanan ini memungkinkan masyarakat mengakses paket Medical Check-Up (MCU) di BIH secara digital melalui satu platform dengan dukungan basis pengguna Livin’ by Mandiri yang telah melampaui 37,2 juta pada akhir 2025 lalu.
“Untuk dapat menikmati kemudahan tersebut, nasabah cukup mengakses fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, memilih paket MCU di BIH, menentukan jadwal, serta menyelesaikan transaksi secara digital sebelum memperoleh konfirmasi dan panduan perjalanan” ungkap, Rudi pada, Sabtu 14 Februari 2026.
Baca juga: Annual Gathering Profesional IT Bali ke-16, Edukasi AI Bukan Ancaman Untuk Pekerja IT
Lebih lanjutnya ia mengatakan integrasi layanan MCU Premium Bali International Hospital dengan VIP Airport Assistant Joumpa merupakan langkah strategis untuk memberikan pengalaman layanan yang seamless, nyaman, dan terintegrasi end-to-end dalam satu platform digital.
Setelah pemesanan terkonfirmasi, rangkaian layanan berlanjut pada aspek perjalanan melalui layanan Joumpa IAS setibanya di Bandara Ngurah Rai, mulai dari penyambutan, asistensi bagasi, fast track, hingga transportasi menuju BIH, sehingga menghadirkan pengalaman end-to-end yang efisien dan nyaman bagi pasien maupun pendamping.
Sementara itu, Direktur Komersial IHC Harmeni Wijaya menjelaskan, kesiapan fasilitas dan standar layanan BIH menjadi fondasi utama dalam penguatan daya saing medical tourism nasional.
Sebagai bagian dari rumah sakit di bawah naungan IHC, BIH berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan (KEK) Sanur dan menjadi pusat layanan program ini dengan fasilitas 255 tempat tidur, delapan kamar operasi, 38 ruang ICU, dan empat cath laboratorium.
Baca juga: Gubernur Koster Dukung Pembangunan JEC Smart Hospital Mata Berstandar Internasional
“Rumah sakit bertaraf internasional ini, diperkuat teknologi MRI 3.0 Tesla, CT 256-slice, PET-CT, Varian TrueBeam, dan SagiNova Brachytherapy, serta kolaborasi global bersama SingHealth (Singapura), ICON Cancer Centre (Australia), Innoquest & Pathology Asia, hingga Sapporo Cardiovascular Clinic (Jepang),” kata, Harmeni.
Program ini turut diperkuat jaringan IHC yang mencakup 38 rumah sakit dan 72 klinik di seluruh Indonesia, memastikan kesinambungan layanan pasca pemeriksaan.
“Inisiatif ini menjadi upaya dalam memperkuat daya saing Indonesia di pasar medical tourism regional,”
“Dengan fasilitas BIH yang berstandar global serta layanan terintegrasi sejak proses reservasi hingga pemeriksaan, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan medis premium,” ujarnya.
Senada, Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis, menegaskan peran strategis IAS dalam mendukung konektivitas dan hospitality layanan medis. Sebagai bagian dari ekosistem aviasi nasional, IAS memastikan pengalaman pasien dan pendamping berlangsung seamless sejak tiba di bandara hingga menuju fasilitas kesehatan.
Baca juga: Korban Longsor di Suter Bangli Bali Ditemukan, Nyoman Buda Tertimbun di Sekitar Pondok Darurat
Melalui layanan Joumpa, kami menghadirkan asistensi personal mulai dari penyambutan, fast track, pengelolaan bagasi, hingga transportasi menuju Bali International Hospital.
"Kami percaya, kenyamanan perjalanan merupakan bagian penting dari proses pemulihan dan kualitas layanan kesehatan itu sendiri. Kolaborasi strategis bersama IHC dan Bank Mandiri ini menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung positioning Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi medical tourism berstandar global,” ujarnya.
Kolaborasi IHC, Bank Mandiri, dan IAS ini diproyeksikan menjadi model sinergi BUMN dalam membangun ekosistem medical tourism nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Integrasi layanan kesehatan, keuangan digital, dan konektivitas aviasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis layanan medis secara berkelanjutan. (*)