POS-KUPANG.COM, KUPANG - Semangat Hari Valentine tahun 2026 di SD NCIPS diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial. Mengusung tema “Berbagi Kasih, Menebar Sukacita”, sekolah menggelar kegiatan berbagi kasih kepada para pemulung dan warga kurang mampu yang tergabung dalam Komunitas “Aku Ada” serta beberapa masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan uluran tangan, Sabttu (14/2/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum istimewa bagi seluruh warga sekolah untuk mempraktikkan nilai cinta kasih, empati, dan solidaritas secara langsung. Tidak hanya guru dan siswa, orang tua serta pihak yayasan juga terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ketua panitia kegiatan, Ms. Maria Magdalena Zoro Ndoka, dalam laporannya, mengatakan, persiapan dilakukan secara gotong royong oleh seluruh warga sekolah. Bantuan yang terkumpul merupakan hasil partisipasi orang tua, siswa, guru, dan yayasan yang dengan sukarela menyumbangkan berbagai kebutuhan pokok bagi keluarga penerima manfaat.
Rangkaian acara dipandu dengan hangat dan penuh semangat oleh MC, Honorius Abatan dan Ms Fransisca S. H. Langgu, sehingga kegiatan berjalan tertib, meriah, dan tetap menyentuh hati.
Dalam sambutannya, Kepala SD NCIPS, Emanuel Nata Huler, menegaskan bahwa perayaan Valentine di sekolah bukan sekadar seremoni, melainkan program wajib tahunan yang berfokus pada pendidikan karakter.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa kasih bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Setiap tahun kami berbagi dengan saudara-saudari yang membutuhkan. Sebelumnya kami mengunjungi panti asuhan, anak-anak penjual kantong plastik di pasar ikan, serta penjual koran di lampu merah dan tahun ini kami berbagi kasih dengan para pemulung di Kota Kupang,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan Kristo Regi dan seluruh orang tua siswa, baik jenjang TK maupun SD, yang telah mendukung penuh kegiatan tersebut sehingga dapat terlaksana dengan baik.
Suasana haru terasa ketika koordinator Komunitas Aku Ada menyampaikan sambutan. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan dari keluarga besar SD NCIPS. Bahkan, ia tak kuasa menahan air mata karena terharu.
“Kami sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Terima kasih atas kepedulian dan kasih yang diberikan,” ungkapnya.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni. Anak-anak dari keluarga pemulung mempersembahkan tarian tradisional yang disambut tepuk tangan meriah. Dari pihak sekolah, siswa-siswi SD NCIPS menampilkan paduan suara dari siswa/i SD NCIPS serta penampilan solo dari penyanyi cilik Avel yang menambah suasana sukacita.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh kepala sekolah, perwakilan orang tua dari tiap kelas dan juga siswa/i. Momen tersebut berlangsung penuh haru sekaligus membahagiakan, ketika paket bantuan diterima langsung oleh para keluarga penerima.
Bantuan yang disalurkan berupa sembako, peralatan tulis, perlengkapan mandi, susu bagi balita, pakaian layak pakai, tas, sepatu, dan kebutuhan lainnya. Total bantuan diberikan kepada 31 keluarga dengan jumlah anak penerima manfaat terdiri dari 25 balita, 29 anak usia SD, 9 anak usia SMP, serta 6 anak usia SMA.
Melalui tema “Berbagi Kasih, Menebar Sukacita”, SD NCIPS berharap nilai-nilai kepedulian sosial dapat tertanam kuat dalam diri setiap siswa. Sekolah ingin menanamkan bahwa kebahagiaan sejati hadir ketika mampu berbagi dan meringankan beban sesama.
Perayaan Valentine pun menjadi lebih bermakna, bukan hanya sebagai perayaan kasih sayang, tetapi sebagai gerakan nyata untuk menghadirkan harapan dan sukacita bagi mereka yang membutuhkan. (*/nia)