Sadisnya Pembunuhan Siswa SMPN 26 Bandung di Kampung Gajah dan Aksi Dingin Para Pelaku
Ravianto February 15, 2026 03:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tabir kematian ZAAQ (14), siswa SMP Negeri 26 Kota Bandung, mengungkap fakta yang menggetarkan nurani.

Remaja malang tersebut bukan sekadar dibunuh, melainkan dieksekusi secara membabi buta oleh teman lamanya sendiri, YA (16), di tengah kesunyian reruntuhan eks objek wisata Kampung Gajah.

Kekejaman ini terencana rapi.

YA diketahui telah menyiapkan senjata tajam berupa sangkur dan belat sejak berangkat dari Garut, demi satu tujuan: menghabisi nyawa temannya sendiri.

Eksekusi Membabi Buta di Balik Reruntuhan

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, membeberkan detail mengerikan saat tersangka YA meluapkan dendamnya pada Senin (9/2/2026).

Baca juga: Kronologi Siswa SMP 26 Bandung Dibunuh Teman: YA Siapkan Sangkur dari Garut

Di area bekas objek wisata yang terbengkalai dan gelap, korban ZAAQ dipaksa menghadapi amarah pelaku sendirian.

Tanpa ampun, YA menyerang korban menggunakan botol yang ditemukan di lokasi hingga mengakibatkan luka robek serius di kepala.

Belum puas, YA kemudian mencabut sangkur yang sudah ia siapkan dari Garut.

Kondisi Sekarang Kampung Gajah
Kondisi Sekarang Kampung Gajah (Instagram)

"Pelaku secara keji menusukkan pisau sebanyak delapan kali ke bagian perut korban," tegas AKBP Niko saat merilis kasus tersebut, Minggu (15/2/2026).

Tusukan demi tusukan itu dilakukan dengan penuh amarah hingga korban tersungkur tak bernyawa.

Setelah memastikan korban tewas, YA dan rekannya, APM (17), meninggalkan jasad tersebut membusuk di tengah semak belukar.

Dibuang dan Dibiarkan Membusuk 5 Hari

Kekejaman tak berhenti di situ.

Usai mengeksekusi korban, kedua pelaku dengan dingin kembali ke Garut seolah tidak terjadi apa-apa. 

Jasad ZAAQ dibiarkan terlantar selama lima hari hingga kondisinya mulai memprihatinkan.

Jasad remaja malang itu baru ditemukan pada Jumat (13/2/2026) malam secara tidak sengaja oleh dua orang konten kreator yang sedang mencari lokasi syuting di kawasan angker tersebut.

Motif Tak Masuk Akal: Hanya karena Putus Pertemanan

Hal yang paling menyayat hati adalah pemicu pembantaian ini.

Hanya karena korban ZAAQ menyatakan ingin mengakhiri pertemanan mereka, YA merasa harga dirinya terluka dan memilih jalur pembunuhan berencana.

"Pelaku sakit hati karena korban memberikan pernyataan sikap untuk menghentikan pertemanan," ujar Kapolres.

Kini, meski pelaku masih di bawah umur, tindakan mereka yang sangat sadis dan terencana membuat mereka terjerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

Polisi memastikan tidak ada ruang bagi kekejaman semacam ini, terlebih dilakukan oleh remaja terhadap teman dekatnya sendiri. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.