TRIBUNNEWS.COM - Pergantian tampuk kepemimpinan Liga Prancis dari tangan PSG benar-benar terjadi.
Posisi PSG sebagai pemegang posisi pertama klasemen Liga Prancis diambil alih oleh klub Lens.
Hal itu lantaran Lens berhasil meraih kemenangan saat menjalani kewajiban mereka di pekan 22 pada Minggu (15/2/2026) dini hari.
Lens mengalahkan tim satu kota PSG, Paris FC, dengan skor telak 5-0.
Baca juga: Bagan 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Kans Real Madrid Jumpa Man City, PSG vs Chelsea
Mereka mencetak gol lewat Wesley Said (24' dan 38'), Florian Thauvin (penalti 58'), dan Rayan Fofana (90' dan 90'+5).
Tambahan tiga poin dari laga ini cukup bagi Lens untuk mengambil posisi pertama di klasemen.
Mereka mengumpulkan 52 angka dari 22 pertandingan yang dijalani.
Lens unggul satu angka dari PSG yang ada di posisi kedua.
PSG baru mendapatkan 51 poin dari 22 laga yang dilalui.
Kondisi Les Parisiens tak tertolong dengan kekalahan yang mereka dapatkan pada pekan ini.
Mereka secara mengejutkan kalah dari Rennes dengan skor 3-1.
Satu-satunya gol yang tercipta dari sisi PSG dibuat oleh bintang utama mereka, Ousmane Dembele di pertengahan babak kedua.
Namun gol itu tak cukup untuk membalikkan keadaan dengan Rennes mengglontorkan tiga gol lewat Mousa Tamari, Esteban Lepaul, dan Breel Embolo.
Hasil minor ini mendapatkan tanggapan serius dari Ousmane Dembele.
Dembele menyoroti performa timnya yang jauh dari ideal.
Ia melihat para pemain mulai tak fokus mengusung panji Les Parisiens.
Pemain asli Prancis ini menekankan pentingnya para pemain mengingat bahwa mereka bermain untuk PSG, bukan untuk diri mereka sendiri.
"Musim lalu, kami menempatkan klub, lambang di dada, Paris Saint-German sebagai yang utama di depan diri kami sendiri," kata Dembele selepas laga dikutip dari Ligue 1+.
"Saya pikir kami perlu melakukannya lagi, terutama di pertandingan semacam ini."
"Saya pikir kami perlu menunjukkan semangat lebih besar, dia atas segalanya, kami perlu sadar bahwa kami bermain bagi PSG dan harus bisa menang."
"Karena saat kami bermain untuk diri sendiri, itu tidak akan berhasil."
"Itu tak akan membuat kami memenangkan gelar yang diinginkan," sambungnya.


















(Tribunnews.com/Guruh)