TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan sekaligus meluncurkan program Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan bertema “Ramadhan Madrasah Generasi Emas, Membentuk Pemimpin Peradaban Masa Depan” itu dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pelajar, serta masyarakat.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Ramadhan merupakan madrasah besar bagi umat Islam yang menjadi momentum pembentukan akhlak, disiplin, kepedulian, dan kejujuran.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi Apresiasi Komitmen Forkopimda dalam Percepatan Penyusunan R3P Pascabencana Sumbar
“Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi bulan pendidikan ruhani, pembentukan karakter, dan penguatan peradaban. Oleh sebab itu, mari kita optimalkan ibadah agar memperoleh keberkahan di Ramadhan tahun ini,” ujarnya.
Mahyeldi menegaskan, Pesantren Ramadhan 1447 H bukan sekadar agenda seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi muda Sumatera Barat.
“Generasi muda hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Mereka perlu dibekali secara intelektual, spiritual, dan moral. Melalui Pesantren Ramadhan, kita ingin membentuk generasi yang berkarakter dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, religius, dan kompetitif.
“Kita tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah secara mental, pengetahuan, ekonomi, dan agama. Kita ingin generasi hari ini menjadi generasi yang kuat dan tangguh di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bidang Metodologi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag., dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa karena di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup umat manusia.
Baca juga: Gubernur Mahyeldi: HAB ke-80 Kemenag Momentum Perkuat Kerukunan Pascabencana
“Ramadhan menjadi momentum utama untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an sebagai pembeda antara yang hak dan batil,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa ibadah puasa selama sebulan penuh merupakan sarana pembinaan keimanan, keikhlasan, dan kejujuran.
“Tentukan niatmu, insya Allah Allah akan menolong. Ramadhan melatih keikhlasan dan kejujuran,” pesannya.
Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan dan peluncuran Pesantren Ramadhan 1447 H ini, Pemprov Sumbar berharap kesiapan menyambut bulan suci dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas ibadah dan penguatan karakter generasi muda di Ranah Minang.