Siswa Inklusi jadi Korban Perundungan di Surabaya, Diduga Dihajar 10 Teman Sekolah Hingga Masuk RS
Dyan Rekohadi February 15, 2026 09:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA -  AR, pelajar kelas X SMK Swasta di kawasan Wonokromo Surabaya, Jawa Timur, diduga jadi korban perundungan teman sekolahnya hingga harus dirawat di rumah sakit.

Korban yang jadi korban kekerasan, perundungan oleh teman sekolahnya itu diketahui merupakan pelajar inklusi.

Dewi Merawati, bibi korban menjelaskan kejadian itu terjadi Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Ekspo Karya SMK Hebat Jatim 2026 di Grand City Mall Surabaya, Dorong Inovasi dan Serap Tenaga Kerja

 

Kronologi Perundungan

Awalnya, korban AR ditantang siswa inisial RN untuk duel satu per satu. 

Keponakannya saat itu memilih menghindar. Akan tetapi AR tetap dikejar oleh RN dan teman-temannya. 

”Si pelaku langsung mukul gitu. Teman-teman pada Ikut-ikutan,” kata Dewi.

Dalam kejadian tersebut AR diduga dikeroyok oleh sepuluh orang.

Mereka ditengarai secara bergantian memukul dan menendang AR.

Akibatnya sang keponakan alami luka-luka yang dirasakan menjalar pada sekujur tubuh. 

Luka-luka yang dialami AR tak hanya terlihat dari fisik, tapi juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam.

Baca juga: Viral Video Perundungan Anak di Surabaya, Korban Alami Trauma Berat dan Pilih Lapor Polisi

Dirawat di Rumah Sakit

Akibat perundungan, pada Kamis (12/2/2026), korban harus mendapat perawatan intensif di RS Menur. 

“Keponakan saya masuk IGD karena kondisinya terganggu secara psikis. Dia akan dirawat inap sekitar dua minggu,” ungkap Dewi Merawati.


Pihak keluarga melapor ke Polrestabes Surabaya pada Rabu (11/2/2026) atas dugaan Pelanggaran Pasal 80 UU Perlindungan Anak atas peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.

AR disinyalir telah menjadi korban bullying sejak masuk sebagai pelajar baru. 

Sering kali dikucilkan oleh teman-teman kelasnya.

Bahkan tak jarang AR disuruh untuk membelikan jajanan oleh teman-teman dengan menggunakan uang saku pribadinya. 

”Keponakan saya ini sering diminta buat beli jajan. Ya kadang Rp 5 ribu, Rp 7 ribu, tapi sering sekali,” ungkapnya.

Keluarga berharap dengan laporan polisi AR bisa mendapat keadilan.

Baca juga: Polisi Blusukan ke Sekolah, Antisipasi Perundungan di Kalangan Pelajar Sidoarjo

Atensi dari DP3APPKB Kota Surabaya

Sementara itu, kejadian dugaan perundungan sudah mendapatkan atensi dari DP3APPKB Kota Surabaya.

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya Ida Widayati menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan pendampingan.

Baik terhadap korban maupun pada para terduga pelaku yang juga masih berusia anak-anak.

”Sudah kita dampingi korban dan terduga pelaku. Proses pelaporan di Polres juga kita dampingi,” katanya.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.