TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah waktu terbaik melakukan ziarah kubur ke makam keluarga menjelang Ramadan 2026.
Ziarah kubur biasanya diisi dengan kegiatan mengirim doa untuk keluarga yang telah meninggal dunia dan membersihkan area makam.
Selain itu, ziarah kubur juga menjadi pengingat akan kematian, bahwa setiap yang bernyawa akan meninggal.
Di Kota Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara (Sultra), area pemakaman berada di TPU Punggolaka.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka tersebut berada di Jalan Pekuburan, Kelurahan Pekuburan Kecamatan Puuwatu.
Lokasinya dapat ditempuh naik motor maupun mobil sekira 10 menit sejauh 4,2 kilometer dari kawasan pusat kota Tugu Religi Eks MTQ Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.
Lantas kapan waktu terbaik berziarah kubur menjelang Ramadan 2026?
Baca juga: Doa Perjalanan Mudik Ramadan dan Idulfitri 2026, Mohon Keselamatan Sampai Tujuan
Awal Ramadan 1447 H biasanya ditetapkan pemerintah melalui Kementeria Agama saat sidang isbat.
Dikutip dari NU Online, sidang isbat Penetapan Awal Ramadhan 1447 H oleh Kementerian Agama akan dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) di Auditorium HM Rasjidi, Thamrin Jakarta.
Sidang isbat dilakukan setelah pemantauan hilal atau bulan sabit pertama setelah konjungsi (ijtimak) dengan metode rukyatul hilal sebagai pertanda awal Ramadan.
Jika pada Selasa petang hilal belum terlihat, maka 1 Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu,18 Februari 2026, melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Masih ada waktu melakukan ziarah kubur menjelang maupun awal Ramadan 2026.
Meski demikian pada dasarnya tidak ada waktu khusus untuk melakukan ziarah kubur.
Baca juga: Hari Pertama Ramadan 2026 Baca Doa Ini Agar Ibadah Khusyuk, Lengkap Niat Puasa
Namun dilansir dari artikle NU Online jatim.nu.or.id, dengan judul Keutamaan Ziarah Kubur Jelang Bulan Suci Ramadhan, 7 Maret 2024, ada waktu-waktu istimewa seperti Jumat, Ramadan dan hari raya.
Sehingga ziarah kubur dapat dilakukan pada awal Ramadan 18-19 Februari 2026.
Maupun pada Jumat, 20 Februari 2026, dalam waktu dekat ini.
Betapa pentingnya ziarah kubur, sampai Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar an-Nawawiyah mengatakan bahwa ziarah makam Rasulullah adalah bagian dari pendekatan diri kepada Allah yang terpenting.
Hal ini berdasarkan Hadis:
عَنْ حَاطِبٍ ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ زَارَنِي بَعْدَ مَوْتِي فَكَأَنَّمَا زَارَنِي فِي حَيَاتِي ، وَمَنْ مَاتَ بِأَحَدِ الْحَرَمَيْنِ بُعِثَ مِنَ الْآمِنِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: Diriwayatkan dari Hatib, ia berkata Rasulullah bersabda: siapa saja yang berziarah kepadaku setelah aku wafat, maka seperti ziarah ketika aku hidup, dan siapa saja yang meninggal di salah satu tanah haram, (Makkah, Madinah) , maka ia akan dibangkitkan dalam keadaan aman di hari kiamat kelak (Daru Qutni, 3/333)
Baca juga: Murid TK, SD, SMP di Kota Kendari Libur Sepekan Awal Ramadan, 23-25 Februari 2026 Pesantren Kilat
Mengutip dari buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ustaz Syukron Maksum, berikut adab atau tata cara khusus ziarah kubur:
1. Sebelum pergi untuk ziarah hendaknya kita berwudhu terlebih dahulu untuk menyempurnakan dan mensucikan niat kita dalam menjalankan ziarah kubur.
2. Ketika masuk pintu gerbang pemakaman, hendaknya mengucap salam.
Bacaan salam bisa seperti yang diajarkan Rasulullah, yakni:
Assalamu Alaikum Ahlad-Diyaar Minal Mu miniina Wal Muslimiin. Yarhamulloohul Mustaqdimiina Minnaa Wal Musta khiriin. Wa Inna Insyaa Alloohu Bikum La-Laahiquun. Wa As Alullooha Lanaa Walakumul Aafiyah.
Artinya: Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.
3. Tidak boleh bernazar dengan niat tertentu yang berkaitan dengan takziah, karena nazar hanya ditujukan kepada Allah.
4. Tidak diperbolehkan mencium atau menyapu dengan tangan untuk minta berkah, karena hal itu menjurus ke arah kemusyrikan.
5. Membangun taman-taman atau bangunan di sekitar kuburan hukumnya makruh, baik didalam maupun diluar kuburan.
6. Hendaknya menyampaikan doa-doa kepada Allah yang berisi mohon ampunan, rahmat dan keselamatan.
7. Tidak menduduki kuburan.
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)(Tribunnews.com)