TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Kaum hawa di Kabupaten Nganjuk perlu lebih waspada. Belakangan, teror tindakan tak seronok, yakni begal pantat dan payudara terjadi di sejumlah titik.
Berdasar rata-rata usia korban, pelaku mengincar perempuan muda. Insiden tak terduga ini pun menimbulkan luka batin bagi korban.
Seorang korban, O (25) warga Kabupaten Nganjuk mengatakan dirinya mengalami pelecehan seksual begal pantat, Jumat (13/2/2026) sekira pukul 05.45 WIB.
Kala itu, O sedang joging dengan rute Jalan Barito, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk.
Baca juga: Sempat Kabur dan Loncat dari Lantai 2, Residivis Narkoba Ditangkap Polres Nganjuk di Warung Soto
"Setibanya di depan Gor Bung Karno, dari arah belakang muncul seorang pria dan langsung menyentuh bagian pantat saya," katanya, Minggu (15/2/2026).
Dia menyebut, usai mendapat pelecehan dia seketika terkejut dan bergeming. Sebab, aksi bejat tersebut terjadi begitu cepat.
"Di situ saya syok dan terpaku. Saya memikirkan apa yang telah terjadi. Setelah itu saya baru tersadar. Saya mengalami pelecehan. Sementara itu, situasi jalanan depan gor lengang aktivitas warga," sebutnya.
Lia mengungkapkan, ciri-ciri pelaku tak tergambar jelas. Selain posisinya, di belakang korban, tuntas beraksi, pelaku langsung tancap gas.
"Pelaku mengendarai motor warna merah, mengenakan helm, dan memakai kaus lengan pendek. Hanya itu saja ciri-ciri pelaku yang saya lihat dan ingat," paparnya.
Akibat kejadian ini, O merasa terpukul. Dia trauma beraktivitas olahraga di luar rumah pagi hari.
"Sejauh ini, saya belum melaporkan peristiwa ini ke kepolisian. Masih trauma," ungkapnya.
Korban lain, V (17) bercerita ia menjadi sasaran serangan seksual begal payudara, Rabu (11/2/2026) pukul 15.50 WIB.
Peristiwa bermula, ketika V tengah melintas di jalan desa penghubung Kecamatan Sukomoro-Pace, Kabupaten Nganjuk naik motor sendirian dari arah selatan menuju utara. Dia mengendarai motor berkecepatan lambat.
Tak lama, dari arah belakang, ada seorang pengendara motor pria menarik gas dan mendempet korban dari sisi kanan.
"Waktu itu saya pulang sekolah. Pelaku mepetin motor ke arah saya. Lalu, tiba-tiba dia memegang dada saya. Saya berteriak. Kemudian, pelaku kabur," ujarnya.
Mendapat perlakuan itu, pelajar SMA ini tersentak. Tubuhnya gemetar. Bahkan, hampir terjatuh dari atas motor.
"Saya tidak sempat mengejar pelaku. Saya syok dan bingung. Lokasi kejadian sepi. Kiri-kanannya persawahan," terangnya.
Menurut V, pelaku asusila yang menyasarnya bertubuh berisi, berumur sekira 30-40an, mengenakan helm hitam, jas hujan biru, dan naik motor Honda Supra hitam.
Pelaku mengenakan jas hujan diduga untuk menyamarkan identitasnya. Cuaca pada Rabu sore begitu cerah.
Ia mengimbau kepada perempuan lain untuk berhati-hati lantaran pelaku masih berkeliaran.
"Sampai sekarang, saya trauma, perasaan sedih, marah, dan kesal campur jadi satu. Naik motor selalu was-was. Saya belum melapor ke polisi," urainya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)