Jalan Suryakancana Bogor Penuh Sesak, Parkir dan Pedagang Tumpah ke Badan Jalan
Vivi Febrianti February 16, 2026 02:17 PM

TRIBUNNEWSBOGOR -- Kepadatan lalu lintas mewarnai Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (16/2/2026).

Pantauan Kompas.com di lokasi, deretan kendaraan yang parkir serta aktivitas pedagang yang meluber hingga ke badan jalan menyebabkan arus kendaraan tersendat.

Mobil dan sepeda motor terparkir memanjang di sisi kiri dan kanan jalan.

Sejumlah kendaraan berhenti cukup lama untuk proses bongkar muat barang dari truk pengangkut ke toko-toko di sepanjang kawasan tersebut. 

Kondisi ini menyebabkan ruang gerak kendaraan dari arah Jalan Otto Iskandardinata (Otista) terbatas.

Pada waktu bersamaan, lapak pedagang juga meluber hingga ke badan jalan.

Beberapa pedagang mulai dari penjual buah hingga sayur menata barang dagangan di tepi jalan. 

Sementara, pembeli berhenti sejenak untuk bertransaksi.

Situasi ini menambah kepadatan karena arus kendaraan bercampur dengan aktivitas pejalan kaki.

Petugas parkir terlihat mengarahkan kendaraan yang melintas.

Namun arus lalu lintas tetap tersendat, terutama pada titik-titik yang digunakan sebagai lokasi distribusi barang ke toko-toko sekitar.

Salah satu warga sekitar, Yesslyn (28), mengaku kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Menurut Yesslyn, toko-toko di sekitar Suryakencana tidak memiliki lahan parkir.

Hal itulah yang menyebabkan banyak kendaraan diparkir di bahu jalan.

“Yang datang dan parkir itukan dia mau makan, misalnya dia mau ke tukang soto kuning. Itu tukang soto enggak punya lahan parkir, jadi parkirnya di depan toko dia yang pinggir jalan itu,” ucap Yesslyn kepada Kompas.com, Senin. 

Menurut dia, kepadatan lalu lintas bisa lebih parah saat memasuki hari libur.

“Apalagi kalau Sabtu, Minggu atau sekarangnih mau Imlek, udah tumplek parkirnya di jalan semua,” katanya.

Seorang warga sekaligus pengendara, Rudi (38), mengaku terpaksa memarkirkan kendaraannya di badan Jalan Suryakencana karena keterbatasan lahan parkir.

Meski asal Bogor, Rudi masih selalu kebingungan untuk cari parkir di kawasan Pecinan itu.

“Nih ya, sekarang kalau parkir yang dibolehin (parkir resmi) susah dicari, kalau ada pun biasanya sudah penuh. Nanti muter lagi, jauh lagi bolak-balik. Akhirnya mau tidak mau (parkir) di pinggir jalan, meski jadi bikin sempit,” kata Rudi.

Ia pun berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan lahan parkir yang memadai.

Mengingat kawasan Suryakencana menjadi tempat yang banyak dikunjungi wisatawan saat akhir pekan.

“Tambahlah itu (tempat parkir) Pak Wali, kalau udah ada ditetapin tarifnya. Supaya tidak asal nembak harga,” ungkap Rudi.

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.