TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Mudik Ramadan diperkirakan akan meningkatkan intensitas kendaraan di Jl Poros Makassar-Palopo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Pengendara akan pulang ke kampung halaman demi merasakan puasa pertama bersama kolega.
Kanit Gakkum Satuan Lantas Polres Luwu, Ipda Dindar, menerangkan terdapat empat titik rawan kecelakaan.
Kecelakaan bisa dipicu akibat kondisi jalan bergelombang, tidak adanya rambu lalu lintas, hingga kondisi penerangan yang minim.
Dindar merincikan, empat titik rawan kecelakaan itu diantaranya Dusun Tawondu, Desa Tawondu, Kecamatan Suli.
Dusun Buntu Siapa, Desa Cimpu, Kecamatan Suli.
Lingkungan Padang Lambe, Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang.
"Satu lagi di Kelurahan Padang Subur, Kecamatan Ponrang," jelasnya.
Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Syarifuddin, menerangkan potensi laka lantas yang bisa terjadi.
Apalagi Luwu menjadi jalur lintasan penghubung tiga provinsi.
"Diantaranya Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara," ujarnya dengan rinci kepada Tribun-Timur.com di ruangan kerjanya dekat dari lapangan uji SIM, Mapolres Luwu, Kota Belopa, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 12.03 Wita di sela-sela istirahat.
Melihat kondisi itu, Syarifuddin menilai, kondisi ini menjadi daerah titik jenuh bagi pengendara.
Ditambah jalan Trans Sulawesi di Luwu didominasi track lurus.
Ia menekankan, agar pengendara bisa beristirahat ketika dalam keadaan kantuk.
"Daerah titik jenuh, titik capek. Kemudian jalanan lurus, makanya ada pancingan untuk kecepatan tinggi. Oleh karena itu imbauan kami jangan lupa istirahat kalau ngantuk," akunya.
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana