Sejumlah Siswa SMP Perkosa Siswi di Rumah Kosong, Modus Acara Bakar-bakar
Tommy Kurniawan February 16, 2026 03:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Tanggal 27 Desember 2025 semestinya menjadi akhir pekan yang menyenangkan bagi seorang pelajar SMP di Kabupaten Gresik. Hari itu ia berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berkumpul bersama teman-temannya dan mengadakan acara bakar-bakar sederhana.

Siapa sangka, izin yang terlihat biasa tersebut justru menjadi awal dari peristiwa kelam yang membekas dalam hidupnya.

Siswi kelas VIII itu kemudian dijemput oleh kakak kelasnya yang berinisial GBA. Awalnya ia mengira akan diajak menuju rumah salah satu teman seperti yang direncanakan.

Namun arah perjalanan berubah. Alih-alih tiba di lokasi yang dijanjikan, korban justru dibawa ke sebuah rumah kosong yang berada di wilayah Kecamatan Driyorejo.

Di tempat itulah situasi mencekam terjadi. Korban disebut mengalami tekanan berupa ancaman dan intimidasi, bahkan pelaku diduga membawa senjata tajam yang membuatnya tidak berani melawan.

Dalam kondisi ketakutan dan tanpa daya, ia diduga disekap dan dipaksa menuruti keinginan pelaku pada malam itu.

Sementara itu, kedua orang tuanya, CY dan istrinya, mulai diliputi kegelisahan karena putri mereka tak kunjung pulang hingga larut malam. Upaya menghubungi sang anak sempat membuahkan respons, namun panggilan telepon hanya terangkat tanpa suara sebelum akhirnya terputus.

Baca juga: Terkuak AKBP Didik Putra Minta Mobil Alphard Agar Bisa Edarkan Narkoba

Baca juga: Ratusan Warga Gelar Tahlilan di Depan Rumah Jokowi Doakan Panjang Umur, Umar Hasibuan: Semakin Aneh

Kejadian tersebut semakin menambah kecemasan keluarga yang terus berusaha mencari keberadaan anak mereka.

Keesokan harinya, korban akhirnya kembali ke rumah. Ia sempat menyampaikan alasan bahwa dirinya menginap di rumah teman, sehingga orang tua belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Fakta pahit baru terungkap hampir tiga pekan kemudian, tepatnya 19 hari setelah kejadian. Pihak sekolah memanggil orang tua korban untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan kondisi sang anak.

Dari pertemuan itulah, peristiwa yang dialami siswi tersebut mulai terkuak.

Merasa tidak terima dan ingin memperjuangkan keadilan, CY segera melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polres Gresik.

Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Awal Terkuaknya Kasus

- Kasus yang menimpa siswi SMP ini terungkap 15 Januari 2026 setelah pihak sekolah memanggil orang tua.

- Aksi bejat itu terjadi di satu rumah kosong di wilayah Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu (27/12/2025).

- Bahkan, siswi SMP itu sempat disekap terduga pelaku di rumah kosong dan baru diantarkan pulang keesokan harinya.

- Dikutip dari TribunJatim.com, kronologis kejadian yang menimpa siswi kelas VII atau 2 SMP itu diungkap ayah korban, CY (44). Pelakunya disebut-sebut merupakan anggota gangster.

- CY mengungkapkan, putrinya pamit ke luar rumah hendak bakar-bakar bersama temannya. Lalu CY pun memberikan izin dikarenakan pada akhir pekan. Namun, hingga pukul 19.00 WIB, korban tak kunjung pulang, sehingga CY berusaha menghubungi putrinya melalui WA. Namun, korban tak menjawab. Ditelepon berulang kali juga tak dijawab. "Pada saat itu, saya menunggu istri pulang bekerja untuk mencari keberadaan anak saya. Karena sampai pukul 10 malam (22.00 WIB), anak saya belum juga pulang ke rumah," ujarnya.

- Sekitar pukul 23.00 WIB, istrinya pulang. Tak perlu waktu lama, CY dan istrinya langsung mencari keberadaan korban di rumah teman-teman korban hingga ke Waduk Unesa Lidah Wetan, Surabaya. Namun, korban tidak diketahui keberadaannya. "Saya dan istri saya pun pulang dan kembali mencoba menelepon anak saya. Pas malam itu diangkat tapi tidak ada suara. Kemudian dimatikan, pas saya telepon lagi tidak diangkat sampai tidak bisa ditelepon lagi,"bebernya.

- Dalam gelap malam, pasangan suami istri itu gelisah. Hingga keesokan harinya, putrinya pulang ke rumah sekitar pukul 08.00 WIB. Tak ayal, seabrek pertanyaan bercampur rasa khawatir langsung tertuju pada korban. Korban berusaha menutupi apa yang terjadi. Dia mengaku usai menginap di rumah temannya. "Kami pun percaya. Tapi sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya dipanggil pihak sekolah. Dari sanalah kami tahu anak saya dilecehkan oleh kakak kelasnya,"terangnya.

- Dari situlah, peristiwa yang menimpa putrinya terbongkar. 

- Saat berada di rumah, korban menceritakan yang sebenarnya, bahwa malam itu diajak kakak kelasnya berinisial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar di rumah temannya. Namun, setelah diajak keliling menggunakan sepeda motor, korban diajak ke rumah kosong.

- Di sana, korban diajak masuk ke rumah kosong dengan alasan mampir minum. "Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu,"ujarnya.

- Keputusan itu mengubah hidup putrinya. Terduga pelaku, GBA, memberi ancaman kepada korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Bahkan saat CY menelepon putrinya, pelaku sempat mengancam putrinya itu agar tidak mengatakan apa pun jika ingin pulang ke rumah dengan selamat. "Jadi, pelaku ini kan anggota gangster. Karena banyak sajam di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang bawa sajam. Anak saya disekap dan diperkosa, saya tidak terima akhirnya saya lapor polisi pada Januari 2026," jelasnya.

- Dikonfirmasi terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso, membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. "Benar, kami sudah menerima laporannya. Saat ini kami sedang melakukan proses penyelidikan,"ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.