YPMAK Kick Off Penyusunan RIP, Seleksi Pengelola RSMM Target Rampung Sebelum Desember 2026
M Choiruman February 16, 2026 05:26 PM

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah melakukan Kick-Off kegiatan seleksi pengelolaan dan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). 

Baca juga: Perjalanan Abraham Kateyau: Berkat YPMAK, Mantan Buruh Bongkar Muat di Pelabuhan Jadi Sekda Mimika

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (16/2/2026). 

Hadir dalam kegiatan itu, VP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, Ketua Pembina YPMAK Angel Henock, Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka. 

Selain itu tampak hadir, Wakil Ketua Pengurus Hendhaotje Watory, Direktur PT Ligar Mandiri Indonesia, Budi Prayogi, serta Divisi program kesehatan YPMAK. 

Komite Seleksi Rencana Induk Pengembangan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) resmi melakukan kick off penyusunan master plan bersama konsultan pendamping, PT Ligar Mandiri Indonesia.

Ketua Komite Seleksi RIP RSMM, Feri Magai Uamang, mengatakan pihaknya telah bekerja selama enam bulan untuk mencari konsultan pendamping melalui proses seleksi terbuka.

Baca juga: YPMAK dan Yayasan Rumsram Targetkan Kampung ODF di Mimika Melalui Pelatihan STBM

“Pada April (2025) kami membuka pelelangan umum dan terdapat 58 pendaftar. Setelah melalui tahapan seleksi, mengerucut menjadi enam, kemudian tiga, hingga akhirnya ditetapkan satu konsultan, yakni PT Ligar Mandiri Indonesia,” ujarnya.

Feri berharap kerja sama antara komite dan konsultan dapat berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, mengingat penyusunan rencana induk ini merupakan tugas strategis dari pembina.

Sementara itu, Ketua Pembina YPMAK, Engel Enoch, mengatakan pembahasan pengembangan RSMM telah dilakukan selama satu tahun dengan melibatkan berbagai sumber daya.

Baca juga: YPMAK Siapkan Strategi Agar Pengusaha Asli Papua Masuk ke Rantai Bisnis Kopi Highland

Menurutnya, YPMAK akan memantau langsung proses pendampingan yang berlangsung selama tiga bulan antara YPMAK dan PT Ligar Mandiri Indonesia dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP).

“Hasilnya akan menjadi dasar rencana pengelolaan jangka pendek, menengah, dan panjang,” katanya.

Engel menambahkan, RSMM memiliki posisi strategis karena merupakan rumah sakit pertama di Timika sejak 1998 dan memiliki kedekatan historis dengan masyarakat asli.

Namun, ia mengakui pengelolaan rumah sakit perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan rumah sakit lain.

Baca juga: YPMAK Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Mimika Melalui Kopi dan Minyak Kelapa Murni

“Kami targetkan sebelum Desember seluruh proses ini sudah selesai sehingga bisa masuk tahap berikutnya,” ujarnya.

YPMAK menegaskan komitmennya untuk terus memonitor progres pekerjaan agar berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan rekomendasi pengelolaan yang tepat bagi pengembangan RSMM ke depan.

Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) merupakan rumah sakit pertama yang dibangun di Timika pada tahun 1998, sebelum adanya rumah sakit lain. 

RSMM dibangun Oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK sekarang) untuk melayani masyarakat Amungme Kamoro dan Lima suku kekerabatan yakni Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga. 

Sementara itu, VP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pengurus, tenaga kesehatan, serta pihak terkait yang telah berkontribusi dalam pengembangan Rumah Sakit Minta Masyarakat (RSMM) di Kabupaten Mimika.

Baca juga: YPMAK Gelar Ibadah Syukur di Pelabuhan Pomako Untuk Perkuat Pelayanan 2026

Ia mengatakan, selama kurang lebih satu tahun terakhir berbagai proses pembenahan dan evaluasi telah dilakukan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan. 

Nathan menegaskan, rumah sakit memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Timika.

Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung proses pengembangan rumah sakit agar semakin baik dan mampu bersaing secara nasional sebelum tahun 2027.

Baca juga: YPMAK dan yayasan care Peduli Latih Petugas Kemandirian Kampung Sehat di Mimika

Selain itu Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka menyampaikan YPMAK terus berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika, Tanah Papua, melalui program ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Hal itu disampaikan perwakilan pengurus YPMAK yang mengapresiasi peran humas dalam menyampaikan informasi positif kepada masyarakat Mimika dan Indonesia secara luas.

Disebutkan, upaya peningkatan layanan, khususnya di sektor kesehatan, telah berlangsung sejak tahun lalu sebagai bagian dari proses perubahan dan pembenahan.

Baca juga: Di Balik Senyum Masyarakat Mimika, Ada Perjuangan YPMAK yang Tak Kenal Lelah

“Tujuan utamanya adalah melakukan progres perubahan agar pelayanan semakin baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanan kesehatan yang ada saat ini telah hadir di Mimika selama kurang lebih 28 tahun dan menjadi bagian penting bagi masyarakat setempat. 

Khususnya dua suku asli yakni suku Amungme yang mendiami wilayah dataran tinggi dan suku Kamoro yang berada di wilayah dataran rendah.

Selain itu, terdapat lima suku kekerabatan lainnya yang turut menjadi bagian dari penerima manfaat program pemberdayaan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan memiliki nilai historis yang kuat.

Baca juga: Pesan Penting YPMAK di HUT ke-6: Kesadaran Masyarakat Kunci Pembangunan

Karena itu, YPMAK menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan penguatan layanan demi menjawab kebutuhan masyarakat asli Papua di Mimika.

Hal yang sama disampaikan, Direktur PT Ligar Mandiri Indonesia, Budi Prayogi, menjelaskan pihaknya akan mendampingi proses evaluasi dan perbaikan manajemen rumah sakit.

Ia mengatakan, timnya akan melakukan pemetaan masalah, menentukan titik kritis (critical point), serta merumuskan solusi yang tepat sesuai kebutuhan rumah sakit.

Baca juga: Fun Run YPMAK Jadi Momentum Perkuat Ikatan Masyarakat Mimika

“Kami tidak hanya melihat pengalaman mitra, tetapi juga bagaimana mereka mampu menerjemahkan solusi sesuai kebutuhan rumah sakit,” ujarnya.

Budi menambahkan, timnya yang terdiri dari tenaga ahli di bidang manajemen, keuangan, pelayanan medis, administrasi, dan mutu, akan mengombinasikan pengalaman yang dimiliki untuk mendukung peningkatan tata kelola dan kualitas layanan rumah sakit. (**) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.