Mediasi Konflik Lanny Jaya: Wakil Bupati Jayawijaya Imbau Hentikan Pertikaian demi Keamanan
Paul Manahara Tambunan February 16, 2026 05:26 PM

Mediasi Konflik Lanny Jaya: Wakil Bupati Jayawijaya Imbau Hentikan Pertikaian demi Keamanan Bersama

 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, mengimbau kepada masyarakat distrik mokoni kabupaten Lanny jaya agar menghentikan konflik antarwarga di wilayah Jayawijaya.

Hal ini dikatakan Ronny Elopere saat turun lapangan berikan Imbauan, Senin (16/2/2026).

Ketegangan yang terjadi antar kelompok masyarakat Distrik Mokoni, Kabupaten Lanny Jaya, mulai mendapat penanganan serius dari pemerintah kabupaten Jayawijaya. 

Sebuah langkah mediasi yang dilakukan Wakil Bupati ini bertujuan untuk meredam konflik yang dipicu oleh persoalan pergantian kepala kampung di wilayah Lanny Jaya.

Dalam kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jayawijaya, Sekretaris Daerah (Sekda) Lanny Jaya, anggota DPRK Lanny Jaya, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat dari wilayah setempat.

Baca juga: Rantai Komando yang Terputus: Mengurai Jejak Kekuasaan dalam Skandal Dana Kampung di Lanny Jaya

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, perselisihan ini bermula dari adanya ketidakpuasan terkait kebijakan pergantian kepala kampung di distrik Mokoni Kabupaten Lanny Jaya. 

Dampak dari persoalan tersebut meluas hingga menciptakan situasi tidak kondusif yang mengancam keselamatan warga di wilayah Jayawijaya.

Konflik antar suku tersebut terjadi sejak tanggal 14 Februari hingga saat ini di Kampung pipitmo distrik Wouma kabupaten Jayawijaya.

Wamena Sebagai Barometer Kedamaian

Dalam arahannya, Wakil Bupati Jayawijaya menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di Kota Wamena. 

Oleh karena itu dia mengingatkan bahwa Wamena bukan hanya milik satu kelompok, melainkan rumah bersama dan barometer bagi tujuh kabupaten lainnya di wilayah Pegunungan Papua.

"Wamena ini adalah jantung dari seluruh Papua. Jika Wamena aman, maka tempat lain juga bisa aman. Saya meminta dengan sangat, untuk kegiatan-kegiatan yang merugikan banyak orang, mari kita hentikan segera," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa meski ada persoalan kewenangan atau kebijakan pemerintah yang memicu kekecewaan, hal tersebut tidak seharusnya diselesaikan dengan cara kekerasan yang mengorbankan ketenangan masyarakat luas.

Baca juga: Skandal Dana Hibah Lanny Jaya: Pemuda Baptis Kembalikan Bantuan yang Hendak Disunat Oknum Dinas

Selain mengapresiasi kesiapsiagaan pihak aparat keamanan yang telah berjaga sejak awal konflik, Wakil Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para tokoh gereja. Menurutnya, pendekatan spiritual jauh lebih efektif dalam meredam emosi massa.

"Kami harap tokoh agama tidak hanya mengandalkan pemerintah atau aparat, tetapi proaktif memberikan pemahaman melalui firman Tuhan agar jemaat dapat mengendalikan emosi," 

Dikatakan jika hamba Tuhan ditegur dengan firman Tuhan, meskipun emosi sedang naik, otomatis warga akan lebih sadar diri.

Diketahui Sekda Lanny Jaya melalui koordinasi dengan Bupati Lanny Jaya berkomitmen untuk menyelesaikan akar permasalahan (pergantian kepala kampung) secara administratif dan kekeluargaan di Polres Jayawijaya. (*)
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.