TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan yang sebelumnya ditutup sementara, Senin (16/2/2026) pagi, kini telah dapat dilewati kembali. Pembukaan jalur, utama jalur hulu tersebut dimulai pukul 16.11.
Sebelumnya, lintasan ini sempat ditutup total lantaran terendam genangan air yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan.
KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya menjadi yang terdampak. Laju KA tersebut terpaksa dialihkan ke Gambringan - Gundih - Brumbung.
Baca juga: Terdampak Banjir, KA Argo Bromo Anggrek Dialihkan ke Jalur Gambringan-Brumbung
• Bu Lurah Pindah Tugas, Warga di Banjarsari Solo Dipungut Tali Asih Rp50 Ribu, Ini Buktinya
"Penanganan serta pengecekan telah dilakukan tim Prasarana PT KAI Daop IV Semarang," kata Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif, Senin (16/2/2026).
Luqman menjelaskan bahwa penutupan sementara dilakukan sejak pukul 11.43 setelah air meluap hingga menutupi rel.
Namun seiring menurunnya ketinggian air di lokasi, tim teknis memastikan jalur tersebut sudah aman untuk dilalui kembali meski operasional kereta masih dibatasi dengan kecepatan tertentu.
"Jalur tersebut saat ini sudah dapat dilalui KA dengan kecepatan terbatas seusai ketinggian air terus menurun," ujarnya.
Perbaikan Jalur dan Pengerahan Material Kricak
Guna memastikan kestabilan konstruksi rel pasca banjir, PT KAI Daop IV Semarang telah menerjunkan tim prasarana ke lokasi terdampak.
Petugas melakukan penguatan struktur jalur agar sisa-sisa genangan tidak mengganggu keandalan rel saat dilintasi rangkaian kereta api yang terjadwal.
Dalam upaya perbaikan tersebut, KAI mengerahkan berbagai material pendukung seperti batu ballast kricak, pasir, bantalan rel, hingga material besi.
Langkah ini diambil untuk mengisi kembali area yang mungkin tergerus air selama luapan terjadi di titik KM 32 tersebut.
"Material ini digunakan oleh petugas prasarana untuk memperbaiki jalur dan mengatasi luapan air di lokasi tergenang," ucap Luqman.
PT KAI Daop IV Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas gangguan perjalanan yang sempat terjadi selama proses penutupan jalur hulu tersebut.
Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Terima kasih atas pengertian seluruh pelanggan selama proses penanganan berlangsung," ujar Luqman.
Bagi masyarakat atau pelanggan yang ingin mengetahui informasi terkini mengenai jadwal keberangkatan atau perubahan operasional akibat gangguan cuaca, KAI menyediakan layanan informasi melalui berbagai kanal resmi.
"Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau media sosial resmi KAI 121," lanjut dia.
Baca juga: Hujan Semalam Rendam 14 Desa di Grobogan, 4 KA Tujuan Surabaya Terdampak
• Aria Bima Minta Pemprov Jateng Hitung Ulang Pajak Kendaraan: Bukan Solusi Jika Cuma Relaksasi
Sempat Ditutup Karena Rel Kebanjiran
Imbas dari banjir tersebut, beberapa kereta api pun terpaksa harus berputar arah atau dialihkan.
Seperti KA Argo Bromo Anggrek yang terpaksa dialihkan melintas di jalur Gambringan - Gundih - Brumbung.
Ini adalah imbas dari banjir yang terjadi di KM 32+5/7 pada petak jalan antara Stasiun Karangjati - Gubug, Kabupaten Grobogan pada Senin (16/2/2026) pukul 09.59.
Untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api, pukul 11.43, jalur hulu dan hilir ditutup sementara karena genangan air telah menutupi rel.
Dampak dari banjir tersebut, PT KAI Daop IV Semarang juga menerapkan pola operasi memutar melewati Brumbung - Gundih - Gambringan atau sebaliknya untuk KA yang akan melewati petak jalan tersebut.
Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif mengatakan, KAI juga memberikan service recovery sesuai ketentuan bagi pelanggan yang terdampak.
"PT KAI Daop IV Semarang terus memantau kondisi di lokasi dan akan memberikan pembaruan informasi terkait perkembangan penanganan banjir kepada masyarakat," kata Luqman.
Para pelanggan yang perjalanannya terdampak akan terus mendapatkan pembaruan informasi melalui SMS maupun WA Blast.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk mengikuti arahan petugas KAI, baik di stasiun maupun KA," ujarnya.
Seluruh petugas KAI telah dikerahkan untuk melakukan pendampingan dan membantu pelanggan di tengah situasi gangguan perjalanan ini.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kereta api atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan perjalanan ini," lanjutnya.
Berimbas Tiga KA
• BREAKING NEWS, Jalur KA Karangjati-Gubug Grobogan Ditutup Sementara Imbas Banjir
Sebelumnya, kondisi serupa juga terjadi di jalur antara Stasiun Gubug, Tegowanu, dan Brumbungan.
Dua jembatan di jalur utara Jawa Tengah itu terendam banjir sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati KA.
PT KAI Daop IV Semarang lantas memutuskan untuk menutup sementara jalur tersebut mulai Senin (16/2/2026) pukul 04.35.
Penutupan ini dikarenakan air telah menutup rel sehingga perjalanan dinilai tidak aman.
"Untuk memastikan keselamatan perjalanan, jalur tersebut ditutup sementara," kata Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang Luqman Arif.
Luqman menjelaskan, dua jembatan terdampak yakni Jembatan 46 di petak Tegowanu–Brumbung dan Jembatan 59 di petak Gubug–Tegowanu.
Beberapa kereta dialihkan melalui jalur Brumbung–Gundih–Gambringan.
Tiga kereta yang terdampak adalah KA Gumarang relasi Jakarta–Surabaya, KA Jayabaya relasi Jakarta–Malang, dan KA Harina relasi Bandung–Surabaya.
Namun, mulai sekira pukul 09.00, jalur tersebut sudah dapat dilintasi, namun dengan kecepatan tertentu.
Di lokasi, petugas akan terus memantau kondisi rel yang tergenang.
Atas kondisi tersebut, PT KAI pun menyampaikan permohonan maaf atas gangguan perjalanan yang dialami penumpang.
Hujan mengguyur Grobogan sejak Minggu (15/2/2026) malam hingga Senin (16/2/2026) dini hari.
Banjir terjadi di sejumlah wilayah tersebut dan berdampak pada jalur kereta api. (*/Kompas.com)
Baca juga: Polisi Periksa 9 Saksi Kasus Penembakan di Kedungwuni Pekalongan