TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mencapai 95,5 persen. Angka ini terdiri dari 35,8 persen responden yang menyatakan sangat puas dan 59,7 persen cukup puas.
Data tersebut merupakan hasil survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 30 Januari 8 Februari 2026. Dibandingkan survei Mei 2025, tingkat kepuasan tersebut relatif stabil dengan kecenderungan meningkat tipis sekitar 94,9 persen.
Founder dan peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Prof Burhanuddin Muhtadi, mengatakan survei dilakukan terhadap 800 responden dengan metode multistage random sampling dan margin of error ±3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara demografis, tingkat kepuasan tertinggi tercatat pada kelompok Gen Z 98,1 persen. Sementara berdasarkan pendidikan, lulusan SLTA menunjukkan kepuasan 98,7 persen. Bahkan di hampir seluruh kabupaten/kota, angka kepuasan berada di atas 90 persen.
Dikatakan Burhanuddin, tingginya tingkat kepuasan warga Jabar terhadap Dedi Mulyadi ini menjadi tantangan tersendiri, karena dari banyak survei yang dilakukan jarang ada kepala daerah yang mendapatkan tingkat kepuasan hingga di atas 90 persen.
“Tingkat kepuasan yang terlalu tinggi mempertahankan saja sudah cukup bagus ya, karena di banyak tempat tentu tidak mudah mendapatkan approval rating setinggi ini ya, kita banyak pengalaman kepala daerah yang approvalnya di bawah 50 persen, ini di atas 95 persen, jadi sangat tinggi dan tidak ada yang mengatakan tidak puas sama sekali, tapi ada yang kurang puas 4 persen,” ujar Burhanuddin, Senin (16/2/2026).
Tingkat kepuasan yang tinggi ini, kata dia, membuat nama Dedi Mulyadi mulai dibanyak dibicarakan masyarakat di luar Jawa Barat sebagai calon Presiden Republik Indonesia.
“Kang Dedi Mulyadi mulai dibicarakan di level Nasional, beberapa survei Nasional di bulan November Kang Dedi Mulyadi sudah muncul sebagai salah satu bakal calon pemimpin nasional, salah satunya karena approval rating yang tinggi di kalangan warganya sendiri,” ucapnya.
Tingginya angka kepuasan publik terhadap Dedi Mulyadi, tidak diikuti oleh Wakilnya Erwan Setiawan yang hanya mendapatkan 55 persen.
“Gapnya dengan pasangannya jauh banget, Kang Dedi 95,5 persen, Kang Erwan itu 55 persen, selisihnya sekitar 40 persen, jadi itu jauh. Ini tentu masukan buat keduanya saya kira ya,” katanya.