Tanda-tanda Sikap Tak Lazim Pembunuh Siswa SMP di Kampung Gajah Bandung, Korban Sengaja Jauhi Pelaku
Seli Andina Miranti February 16, 2026 08:11 PM

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Polisi terus mendalami motif YA (16) yang tega menghabisi nyawa ZAAQ (14), pelajar SMP di Kota Bandung. 

Dari pengakuan YA, perbuatan keji di eks wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat, itu dilakukan karena sakit hati usai korban memutus hubungan pertemanan mereka.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra mengatakan, sebelum sekolah di Kota Bandung, ZAAQ tinggal di Garut. Di Garut, ZAAQ berteman dengan YA dan disebut memiliki pertemanan yang akrab.

Keakraban korban dan pelaku disebut membuat khawatir pihak keluarga korban. Hal itu pula yang menjadi salah satu alasan, mengapa YA akhirnya disekolahkan ke Kota Bandung.

Baca juga: Gali Motif Lebih Dalam, Psikolog Dilibatkan Periksa Pembunuh Siswa SMPN 26 Bandung di Kampung Gajah

"Sehingga adanya hal seperti itu, keluarga korban merasa khawatir sehingga memindahkan korban sekolah ke Bandung," kata Niko, Senin (16/2/2026).

Tanda-tanda pertemanan tak lazim semakin tampak, ZAAQ disebut mulai mejaga jarak terhadap pelaku hingga akhirnya mengambil keputusan untuk memutus pertemanan.

Dalam konferensi pers pada Minggu (15/2/2026), Niko mengatakan, YA dan ZAAQ masih kerap bertemu meski keduanya tinggal di daerah yang berbeda, ZAAQ di Bandung dan YA di Garut.

"Korban mulai menyadari, dia mencoba untuk menjauhi si pelaku dia akhirnya mencoba memberikan pernyataan sikap, untuk menghentikan pertemanan," tandasnya.

POSTINGAN PELAKU - Curhatan diduga pelaku pembunuhan siswa SMP di Kampung Gajah Bandung Barat
POSTINGAN PELAKU - Curhatan diduga pelaku pembunuhan siswa SMP di Kampung Gajah Bandung Barat (Istimewa/tangkapan layar)

Polisi Libatkan Psikolog

Polisi melibatkan psikolog dalam pemeriksaan lanjutan terhadap YA (16), pelaku utama pembunuhan ZAAQ (14), siswa SMP Negeri 26 Bandung yang mayatnya ditemukan di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pelibatan psikolog itu dilakukan untuk menguji motif perbuatan keji YA terhadap ZAAQ.

"Di antaranya psikolog yang nanti akan kita coba untuk melakukan pemeriksaan terhadap tersangka YA selalu eksekutor," kata Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Unggahan Pembunuh Siswa SMP Bandung di Kampung Gajah Jadi Sorotan, Sakit Hati saat Korban Bahagia

Niko mengungkapkan, saksi-saksi yang dimintai keterangan terus bertambah untuk melengkapi berkas perkara yang menggemparkan warga Bandung Barat pada Jumat (13/2/2026) malam. 

"Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan 9 orang, hari ini bertambah, sudah ada 13 saksi yang kita periksa," ungkapnya.

Niko menambahkan, sakit hati karena ZAAQ memutuskan hubungan pertemanan masih menjadi motif YA dibantu APM (17) melakukan pembunuhan pada Senin (9/2/2026).

Polisi sedang menggali sejauh mana kedekatan pelaku dan korban hingga motif yang terasa sederhana itu bisa mendorong pelaku menghabisi nyawa korban.

"Kita akan dalami lebih lanjut, ini baru pernyataan dari pelaku bahwasanya hubungan antara pelaku dan korban adalah hubungan pertemanan yang mana hubungan pertemanan tersebut, mungkin si pelaku merasa hubungan pertemanan itu berlebih terhadap si korban," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.