Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Banjir Bendosari Sukoharjo terjadi pada Kamis (19/2/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam.
Air meluap ke permukiman warga di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, dengan ketinggian mencapai 20 hingga 50 sentimeter.
Sehari setelahnya, warga mulai membersihkan rumah dan menjemur perabotan yang terendam.
Banjir melanda sejumlah titik di Kecamatan Bendosari akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hari.
Salah seorang warga, Pujianto, menuturkan hujan turun tanpa jeda selama lima jam.
“Kemarin langsung deras jam 2 siang, tanpa jeda sampai jam 7 malam. Air mulai tinggi sekitar pukul 5 sore,” ujar Puji saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, banjir di wilayah tersebut tergolong jarang terjadi.
Namun kali ini, volume air yang tinggi tidak mampu tertampung oleh saluran drainase yang ada.
“Ini karena drainasenya tidak terlalu besar. Biasanya tidak banjir, kemungkinan karena hujan cukup deras dan lama,” paparnya.
Air yang meluap menggenangi jalan hingga masuk ke dalam rumah warga.
Akibat genangan tersebut, sejumlah barang milik warga ikut terendam.
Pakaian, lemari, hingga kasur basah dan harus dijemur di bawah sinar matahari.
“Baju, almari, sama kasur basah semua. Ini dijemur basah semua,” tandasnya.
Pantauan di lokasi pada Jumat pagi, warga tampak membersihkan sisa lumpur dan mengeringkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Aktivitas ini dilakukan secara gotong royong untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.
Baca juga: Banjir Masuk Rumah Warga Bendosari Sukoharjo, Bupati Etik Tinjau dan Beri Bantuan Langsung
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, membenarkan bahwa hujan deras menjadi pemicu utama banjir.
“Masuk rumah. Sekitar 20 sentimeter sampai 50 sentimeter. Dari jam setengah dua siang itu memang intensitas hujan tinggi sampai sore,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain curah hujan tinggi, kondisi drainase dan saluran irigasi yang tidak optimal turut memperparah situasi.
Debit air meningkat drastis dalam waktu singkat sehingga meluap ke permukiman.
Saat ini, genangan air di Bendosari sudah surut.
Warga mulai berangsur membersihkan rumah, memperbaiki perabotan, serta memastikan saluran air di sekitar lingkungan tetap lancar.
(*)