TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fenomena perang sarung mulai muncul awal bulan Ramadan 2026 ini.
Sebelumnya, polisi di Solo mengamankan sebanyak 17 remaja.
Mereka ketahuan oleh Tim Sparta Satsamapta Polresta Solo.
Para pemuda itu berkumpul di kawasan depan TPU Purwoloyo, Jalan HOS Cokroaminoto, Jebres, Kota Solo pada Kamis (19/2/2026) dini hari.
Mereka diamankan usai diduga hendak menggelar perang sarung dengan kelompok lain dan sempat membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasat Samapta Polresta Solo Kompol Edi Sukamto menerangkan bahwa pengamanan belasan remaja tersebut bermula dari laporan di call center Sparta.
"Pelapor menerangkan saat melintas di lokasi tersebut merasa akan disabet dengan sarung oleh sekelompok anak muda," terang Edi Sukamto.
"Jumlah mereka cukup banyak dan indikasi akan terjadi perang sarung," lanjutnya.
Belum sempat menggelar perang sarung lantaran kesepakatan tiap kelompok diikuti oleh 21 peserta. Aksi tersebut lebih dulu terendus pihak kepolisian dan digagalkan.
Baca juga: Perang Sarung di Boyolali Dini Hari, 2 Pemuda Diamankan Polres Boyolali
Setidaknya sebanyak 16 sarung dan 15 ponsel milik para pelaku diamankan petugas kepolisian sebagai barang bukti.
Para remaja tersebut pun diserahkan ke Satuan Reserse PPA dan PPO Polresta Solo untuk pembinaan lebih lanjut.
Sementara itu, perang sarung juga muncul di Boyolali.
Dua pemuda diamankan jajaran Polres Boyolali setelah terlibat aksi yang diduga mengarah pada tawuran di Jalan Raya Boyolali–Klaten, tepatnya di depan SPBU Miliran, Mojosongo, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas dan meresahkan warga sekitar, terutama karena berlangsung pada dini hari saat aktivitas jalan masih dilalui kendaraan jarak jauh.
Perang sarung itu melibatkan dua kelompok pemuda yang diduga berasal dari Kabupaten Boyolali dan Klaten.
Situasi di lokasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat kepolisian turun tangan.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya tawuran pada pukul 01.30 WIB.
“Sekitar pukul 01.30 WIB, kami mendapatkan informasi telah terjadi tawuran (perang sarung) yang terjadi di lokasi tersebut,” jelas Indra. (*)