Indonesia Butuh 20 Ribu Layar, Pemerintah Wacanakan Bioskop Milik Negara Sinewara
willy Widianto February 20, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Wacana pembangunan bioskop milik negara pertama di Indonesia mulai menunjukkan arah yang lebih konkret. Di tengah tantangan industri perfilman nasional yang masih berkutat pada keterbatasan jumlah layar dan distribusi film yang belum merata, pemerintah melalui PT Produksi Film Negara (PFN) menggulirkan rencana menghadirkan bioskop bernama Sinewara. Proyek ini disebut-sebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap karya sineas Tanah Air.

Baca juga: Kesaksian Pengunjung saat Mal Ciputra Cibubur Terbakar: Film di Bioskop Mati, Panik Tak Terhindarkan

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, membenarkan bahwa gagasan pembangunan Sinewara saat ini masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian lebih lanjut. Pemerintah, kata dia, tengah melakukan pemetaan menyeluruh sebelum proyek tersebut benar-benar direalisasikan.

Menurut Irene, salah satu persoalan utama industri film Indonesia saat ini adalah keterbatasan jumlah layar bioskop. Kondisi ini dinilai menghambat distribusi film nasional, terutama di luar kota-kota besar.

“Kalau itu (pembangunan Sinewara), sekarang lagi kita godok bersama karena salah satu problem sinema adalah layar yang terbatas. Jadi itu kita lagi menggodok supaya bisa mendorong supaya tambah layar,” ujar Irene saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026).

Meski demikian, Irene belum bersedia membeberkan detail lebih jauh mengenai konsep maupun jangkauan pembangunan Sinewara, termasuk kemungkinan ekspansi hingga ke wilayah terpencil. Ia hanya memberi sinyal bahwa akan ada kejutan dalam pengembangan proyek tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Ifan Seventeen, telah lebih dulu mengungkapkan rencana tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI pada 2 Februari lalu. Dalam forum itu, Ifan menyampaikan bahwa bioskop negara pertama direncanakan berlokasi di kawasan Otto Iskandardinata (Otista), Jakarta Timur, yang juga menjadi area kantor PFN.

Dalam paparannya, Ifan menyoroti ketimpangan jumlah layar bioskop di Indonesia. Saat ini, jumlah layar diperkirakan berkisar antara 2.000 hingga 2.400 layar. Angka tersebut dinilai masih jauh dari ideal bagi negara dengan populasi besar seperti Indonesia.

Baca juga: Kini Sibuk Jadi Dirut PFN, Ifan Seventeen Akui Musik Sebagai Pekerjaan Paruh Waktu

Menurutnya, Indonesia seharusnya memiliki sekitar 20.000 layar yang tersebar di berbagai daerah agar distribusi film lebih merata dan industri dapat tumbuh secara optimal. Keterbatasan layar selama ini membuat banyak film nasional kesulitan memperoleh jadwal tayang yang memadai, terutama ketika bersaing dengan film impor.

Ifan berharap kehadiran Sinewara nantinya tidak hanya menambah jumlah layar, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan perfilman nasional. Ia menilai langkah ini dapat membangkitkan semangat para insan perfilman untuk terus berkarya serta meningkatkan produktivitas industri film Indonesia.

Lebih jauh, proyek bioskop milik negara tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing film Indonesia di kancah global. Jika terealisasi, Sinewara berpotensi menjadi tonggak baru dalam sejarah perfilman nasional, sekaligus wujud komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan industri kreatif Tanah Air.

Baca juga: Curi Perhatian di JAFF, Film Setan Alas! Tayang di Bioskop Mulai 5 Maret

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.