Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Pascasarjana Universitas Widyatama terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan studi lanjut di Kota Bandung.
Alumni Pascasarjana Widyatama, Iqbal, mengungkapkan bahwa visi program ini menitikberatkan pada pencetakan tenaga ahli di bidang manajemen dan akuntansi terapan yang adaptif terhadap transformasi digital.
“Visinya menjadi Fakultas Pascasarjana dengan program studi unggul untuk menghasilkan tenaga ahli dalam bidang manajemen dan akuntansi berbasis inovasi digital serta berwawasan global pada tahun 2028,” ujar Iqbal saat dihubungi, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, terdapat empat misi utama yang dijalankan, mulai dari penyelenggaraan pendidikan berbasis kewirausahaan, proses pembelajaran berkualitas, pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat, hingga kerja sama dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri untuk pengembangan kurikulum yang terhubung dengan kebutuhan industri.
Menurut Iqbal, program studi Magister Manajemen (MM) menjadi yang paling diminati mahasiswa.
Dari sisi kualitas, Iqbal menilai Pascasarjana Widyatama memiliki daya saing kuat, terutama setelah meraih akreditasi unggul.
“Dulu waktu saya masuk masih akreditasi A. Pas saya lulus sudah unggul. Itu jadi salah satu pertimbangan utama saya memilih di sana,” tuturnya.
Selain akreditasi, fasilitas kampus juga menjadi nilai tambah.
Ia menyebut sarana perpustakaan, tempat ibadah, hingga fasilitas penunjang lainnya tergolong lengkap.
“Fasilitas komplit, perpustakaan lengkap, sarana ibadah ada, kantin ada, fasilitas olahraga juga ada,” ucapnya.
Dari sisi pembiayaan, Widyatama menawarkan skema cicilan yang dinilai meringankan mahasiswa.
“Biayanya relatif terjangkau dan bisa dicicil setiap bulan. Jadi enggak memberatkan. Semua mahasiswa bisa ambil program cicilan itu,” jelas Iqbal.
Kurikulum yang diterapkan pun disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Secara umum sudah sesuai dengan kebutuhan industri. Standarnya memang mengikuti kementerian, tapi penerapan dan penjabaran di kelas itu yang membedakan,” katanya.
Dalam menghadapi tren digitalisasi, Pascasarjana Widyatama dinilai adaptif.
Sistem administrasi, materi kuliah, hingga perpustakaan sudah berbasis online.
“Sekarang hampir semuanya sudah mengikuti perkembangan teknologi. Perpustakaan online, materi bisa diakses digital, administrasi juga mudah. Jadi memudahkan mahasiswa,” ungkapnya.
Meski persaingan antar kampus di Bandung cukup ketat, Iqbal optimis Pascasarjana Widyatama mampu bersaing.
“Bandung ini banyak kampus besar, negeri maupun swasta. Tapi secara akreditasi, fasilitas, dosen, dan biaya, Widyatama sudah kompetitif. Saya yakin bisa terus bersaing,” kata dia.