Di Kampar Belum Ada Temuan Bahan Berbahaya, Berjualan Takjil di Tempat Tercemar  Jadi Perhatian
M Iqbal February 20, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Fokus perhatian terhadap takjil ramadan bukan hanya bahan berbahaya. Tempat berjualan yang tercemar juga jadi perhatian. 


Tempat berjualan disinggung Sekretaris Dinas Kesehatan Kampar, Rita Anggraini melalui Pejabat Fungsional Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Abdullah Kadir.


Tempat yang dimaksud dekat dengan sumber pencemaran. "Tempat jualan makanan tidak boleh dekat dengan tempat sumber pencemaran seperti tempat sampah dan parit yang tergenang," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (20/2/2026) malam.


Menurut dia, tempat berjualan merupakan salah satu aspek higiene dan sanitasi makanan. Hal itu termasuk aspek yang disampaikan dalam pembinaan terhadap penjual takjil. 


Aspek lain di antaranya tempat makanan harus bersih dan steril. "Makanannya harus bebas dari vektor seperti lalat, semut atau kecoak," katanya. 


Selain itu, penjualnya juga harus higien. Penjual mesti menggunakan alat bantu untuk mengambil makanan, seperti sendok, penjepit, dan centong.


Ia mengatakan, pembinaan dilakukan bersamaan dengan pengawasan jajanan di pasar ramadan. Pengawasan dilakukan dengan pengambilan sampel.


Sampel diambil terhadap makanan dan minuman yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Seperti borax, formalin, methanil yellow dan rhodamin B.


"Pemeriksaan dilakukan di tempat," katanya. 


Rita menyebutkan, pengawasan dan pembinaan melibatkan tim gabungan dari empat instansi. Tim dari Dinkes terdiri dari seksi kesehatan lingkungan (kesling), farmasi, makanan, dan minuman (farmakmin), laboratorium, serta puskesmas. 


Ada juga dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Selain itu dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru.


"Insyaallah Dinkes bersama puskesmas serta BPOM akan melakukan pemeriksaan keamanan makanan takjil dimulai minggu depan," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com. 


Ia mengatakan, pemeriksaan menyasar empat lokasi pasar ramadan dalam tiga hari. Bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan. 


Hari pertama pada Selasa (24/2/2026) di pasar ramadan Kecamatan Kuok. Berlanjut besoknya, Rabu (25/2/2026) di dua tempat. Yakni Kecamatan Bangkinang Kota dan Kampar (Air Tiris). Hari terakhir pada Jumat (27/2/2026) di Kecamatan Kampa. (Fernando Sihombing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.