Sulit Ngebut Bikin Ide Sirkuit Jalanan Tak Menyenangkan di MotoGP, 'Apalagi kalau yang Menang Marquez Lagi'
Ardhianto Wahyu February 21, 2026 07:33 AM

STRINGER/AFP
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, menunjukkan gestur kemenangan 10 di podium setelah balapan MotoGP Hungaria 2025 di Sirkuit Balaton Park, Minggu (24/8/2025).

BOLASPORT.COM - Komentar jenaka muncul di tengah pro dan kontra mengenai rencana MotoGP menggelar balapan di jalanan umum pada GP Australia musim depan.

Langkah besar diambil MotoGP dengan menggelar balapan di sirkuit jalan raya, tepatnya di kota Adelaide untuk GP Australia mulai tahun 2027 hingga 2032.

Balapan motor di sirkuit jalan raya tidak mudah untuk dilakukan apalagi ketika aspek keselamatan menjadi pertimbangan utamanya.

Terbatasnya ruang untuk area run-off menghadirkan risiko besar ketika pembalap hanya dilindungi helm dan jaket balap mereka.

Perdebatan kian panas karena yang digantikan adalah salah satu sirkuit tradisional yaitu Phillip Island.

Walau bermasalah dengan cuaca yang sulit ditebak sampai paddock yang sempit, Phillip Island nyaris tak pernah gagal untuk menghadirkan balapan yang seru.

Legenda balap Australia seperti Wayne Gardner dan Casey Stoner pun sampai mengungkapkan kekecewaan mereka.

Di sisi lain, para pembalap MotoGP saat ini memilih untuk menunggu dan melihat seperti apa realisasinya, setidaknya mereka yang sudah berkomentar.

Memang, ada nuansa muram ketika yang ditumbalkan adalah salah satu trek ikonik di kalender kejuaraan.

Pembalap Castrol Honda LCR, Johann Zarco, adalah salah satu yang berpendapat demikian.

"Phillip Island adalah sirkuit yang unik," ucap sosok yang meraih kemenangan MotoGP pertamanya di sana, dilansir dari The-Race.

"Saya telah melihat unggahan Casey Stoner dan saya senang dengan cara dia menjelaskannya."

"Sirkuitnya tidak akan pernah benar-benar 'jalan raya' karena kami memerlukan ruang untuk keselamatan, yang tidak bisa sungguh dibayangkan untuk dilakukan di jalan raya."

"Saya rasa untuk bisa mendapatkan keselamatan di tempat di mana kami bisa melihat semuanya, kami harus mengurangi kecepatan dari sirkuitnya, dari tikungan-tikungannya."

"Hal-hal ini, bagi pembalap bukan sesuatu yang paling menyenangkan," tambahnya.

Satu hal yang membuat Phillip Island unik adalah karakter lintasannya yang cepat dan mengalir.

Hampir tidak adanya titik pengereman keras dan akselerasi dari nol membuat pembalap lebih bisa mengeluarkan kemampuan mereka sehingga persaingan lebih terbuka.

Sementara dalam usulan tata letak dalam acara peluncuran rencana balapan MotoGP di Adelaide, terlihat sejumlah belokan patah dan chicane alias tikungan zig-zag.

Tikungan zig-zag di antara lurusan tampaknya menjadi siasat untuk mengurangi kecepatan pembalap menuju tikungan berikutnya.

Hal ini telah diterapkan di Red Bull Ring dan Balaton Park yang masing-masing adalah venue GP Austria dan GP Hongaria.

Di Sirkuit Adelaide, pembalap akan melewati lintasan aspal yang melintasi taman kota yang lega hingga kawasan pemukiman yang cukup padat.

Zarco sendiri secara khusus mengambil Balaton Park sebagai contoh.

Sirkuit anyar musim lalu itu dikritik karena tata letak yang terlalu pelan untuk motor MotoGP karena lurusan pendeknya dan rentetan tikungan zig-zag.

Juara Moto2 dua kali itu lantas menutup komentarnya dengan lelucon yang menyinggung dominasi Marc Marquez (Ducati Lenovo) di sirkuit baru sekalipun.

Selain karena kecepatannya, kedigdayaan si Semut dari Cervera juga muncul dari kemampuan adaptasi yang kilat.

"Sirkuit Hungaria juga seperti ini, dan tetap saja Marc yang menang, itu tidak menyenangkan bagi lainnya!" ucap Zarco lagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.