Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik hari ini Sabtu 21 Februari 2026.
Tema renungan Katolik hari ini “Ikutlah Aku”.
Renungan Katolik hari ini untuk hari Sabtu sesudah Rabu Abu, Perayaan fakultatif Santo Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja, Santa Irene, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Sabtu 21 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Teks Ibadah Sabda Minggu 22 Februari 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
"Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap."
Inilah Firman Allah, “Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.
Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan.
Engkau akan disebut “Yang memperbaiki tembok yang tembus”, “Yang membetulkan jalan” supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebut hari Sabat sebagai “Hari Kenikmatan” dan hari kudus Tuhan sebagai “Hari Yang Mulia”;
apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong; maka engkau akan bersenang-senang, karena Tuhan.
Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 86:1-2.3-4.5-6
Ref. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu.
Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi; selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni; kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.
Bait Pengantar Injil Yehezkiel 33:11
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik, melainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.
“Panggilan untuk menyangkal diri ini diperdalam dalam Bacaan Injil Kamis, 19 Februari 2026 (Lukas 9:22–25).”
Bacaan Injil Lukas 5:27-32
"Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat."
Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Ikutlah Aku”
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini, kita melanjutkan perjalanan iman kita setelah Rabu Abu dengan merenungkan panggilan untuk mengikuti Kristus dalam bacaan dari Nabi Yesaya dan Injil Lukas. Tema “Ikutlah Aku” mengajak kita untuk menanggapi seruan Tuhan dalam hidup kita. Mari kita telusuri makna yang lebih dalam tentang mengikuti Yesus dan bagaimana kita bisa mewujudkannya dalam keseharian kita.
Saudari/a terkasih
Dalam bacaan pertama ini (Yes. 58:9b-14), Nabi Yesaya menyampaikan pesan Tuhan tentang arti sejati dari puasa dan pengabdian. Tuhan menginginkan umat-Nya tidak hanya menjalankan ritual religi, tetapi juga berbuat baik bagi orang lain, membebaskan yang tertindas, dan memperhatikan kebutuhan sesama. Ini menunjukkan bahwa mengikuti Tuhan berarti menjaga kepekaan sosial dan menjalani kehidupan yang mencerminkan kasih dan keadilan. Sedangkan dalam bacaan Injil (Luk. 5:27-32) mengisahkan tentang Yesus memanggil Lewi, seorang pemungut cukai, untuk mengikuti-Nya. Lewi segera meninggalkan segalanya dan mengundang Yesus ke rumahnya. Tindakan Lewi menunjukkan pertobatan yang tulus dan kerinduan untuk mengalami kebaruan dalam hidup. Di sini, Yesus menegaskan misi-Nya untuk orang berdosa, menunjukkan bahwa Dia datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi mereka yang membutuhkan pertobatan. Refleksi kita atas permenungan ini adalah tentang “Kesediaan untuk Mengikuti”: Seperti Lewi yang meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus, sejauh mana kita siap meninggalkan kenyamanan atau kebiasaan buruk untuk melangkah mengikuti-Nya? Renungkan hal-hal dalam hidup kita yang perlu kita lepaskan untuk sepenuhnya menjawab panggilan Tuhan. “Puasa yang Sejati”:
Yesaya mengingatkan kita bahwa puasa bukan sekadar ritual, tetapi tindakan kasih kepada sesama. Apa yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang yang membutuhkan di sekitar kita selama masa puasa ini? Renungkan langkah kecil yang dapat kita ambil untuk menjadi berkat bagi orang lain. “Menjadi Alat Pertobatan”:
Yesus berfokus pada mereka yang membutuhkan pertobatan. Bagaimana kita bisa menjadi alat bagi orang-orang di sekitar kita untuk mendekatkan diri kepada Tuhan? Renungkan bagaimana kita dapat menciptakan suasana yang mendukung pertobatan, baik melalui kata-kata, tindakan, atau sikap kita sehari-hari.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: permenungan hari ini mengajak kita untuk memahami arti dari panggilan “Ikutlah Aku.” Mari kita berkomitmen untuk mengikuti jalan Tuhan dengan sepenuh hati, terbuka untuk mengenal dan melayani sesama. Kedua, dengan menjalani kehidupan yang mencerminkan kasih dan keadilan, kita dapat menjadi lampu bagi dunia di sekitar kita. Ketiga, semoga sepanjang masa puasa ini, kita diingatkan untuk terus melangkah dalam iman dan kasih, menjawab panggilan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita. Tuhan memberkati kita.(Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).