Isuzu Berharap Kebagian Proyek Jumbo Agrinas yang Impor 105.000 Kendaraan Niaga dari India
Seno Tri Sulistiyono February 21, 2026 10:16 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapat banyak respons dari dunia usaha.

Proyek bernilai Rp 24,66 triliun itu mencakup pengadaan pikap dan truk ringan dari dua produsen asal India dan menjadi salah satu transaksi kendaraan niaga terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah kondisi pasar otomotif domestik yang masih tertekan dan utilisasi pabrik yang belum optimal, kalangan industri berharap pengadaan berskala jumbo tersebut dapat menjadi momentum penguatan manufaktur dalam negeri.

Baca juga: Impor 105.000 Pikap Agrinas Berpotensi Rugikan Ekonomi Rp 39 T dan Ancam 330.000 Tenaga Kerja

Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia Rian Erlangga mengatakan, pihaknya menghormati keputusan bisnis Agrinas dalam mendukung program strategis nasional. 

"Isuzu menghormati setiap kebijakan dan keputusan bisnis yang diambil oleh Agrinas dalam mendukung program strategis nasional," tutur Rian kepada Tribunnews.com, Sabtu (21/2/2026).

Menurut pelaku industri, proyek pengadaan kendaraan untuk distribusi di desa bukan sekadar soal penyediaan armada logistik, tetapi juga menyangkut efek berganda terhadap ekonomi nasional.

Jika dipenuhi melalui produksi lokal, proyek ini dinilai berpotensi meningkatkan serapan tenaga kerja, memperkuat industri komponen, hingga menjaga kesinambungan investasi manufaktur.

Isuzu sendiri telah beroperasi dan berproduksi di Indonesia lebih dari lima dekade.

Selama periode tersebut, perusahaan membangun fasilitas produksi, jaringan distribusi dan melibatkan ribuan tenaga kerja dan rantai pasok komponen lokal.

"Sebagai pelaku industri otomotif yang telah berinvestasi dan memproduksi kendaraan di dalam negeri selama lebih dari 50 tahun, kami tentu berharap setiap pengadaan kendaraan dapat mempertimbangkan keberadaan dan kapasitas manufaktur lokal yang sudah ada di Indonesia agar dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Rian.

Sebagaimana diketahui, Agrinas mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga ringan dan truk ringan dari dua perusahaan otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

Pembelian dalam jumlah besar tersebut tidak hanya mencatatkan rekor sebagai ekspor kendaraan terbesar sepanjang sejarah bagi Mahindra, tetapi juga menjadi pesanan terbesar Tata Motors dari pembeli di kawasan Asia Tenggara.
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.