Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Rumah Sehat Baznas memperpanjang program Selter Ojek Sehat (SOS), layanan kesehatan gratis untuk masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum selama bulan Ramadhan imbas tingginya antusiasme masyarakat.
"Awalnya dilaksanakan sebelum Ramadhan, lalu kami perpanjang selama bulan Ramadhan, karena kebutuhannya memang cukup banyak dan antusiasme masyarakat juga tinggi," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.
Saidah menjelaskan awalnya program Selter Ojek Sehat menargetkan 1.000 penerima manfaat. Namun, setelah diperpanjang selama Ramadhan, Baznas menargetkan jumlah penerima manfaat hingga mencapai 3.000 orang.
Perluasan layanan juga dilakukan dengan menambah titik pelayanan, salah satunya di Terminal Kampung Melayu.
Ia menjelaskan pihaknya menargetkan sebanyak 100 penerima manfaat dengan waktu pelayanan pukul 13.00 hingga 17.00 WIB untuk pelayanan di Terminal Kampung Melayu. Meski demikian, masyarakat tetap dilayani meskipun jumlah peserta melampaui target.
Saidah memastikan layanan ini terbuka bagi pengemudi angkot, Transjakarta, ojek daring, hingga masyarakat umum yang ingin memeriksakan kondisi kesehatannya selama menjalani ibadah puasa.
"Kami berharap dengan adanya layanan ini, kondisi kesehatan selama puasa tetap prima. Kalau ada keluhan seperti sakit, pegal atau kekurangan vitamin, bisa langsung meminta pemeriksaan kepada dokter," ujarnya.
Saidah berharap layanan kesehatan ini bisa membantu masyarakat tetap sehat selama Ramadhan dan ke depan dapat menjangkau lebih banyak lokasi agar manfaatnya semakin luas.
"Kami tidak menolak siapa pun yang ingin berobat. Silakan datang dan memanfaatkan layanan yang tersedia. Bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, Baznas juga menyediakan layanan di Rumah Sehat Baznas Indonesia di Jatinegara yang berstatus Klinik Pratama dengan fasilitas pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi, serta layanan USG," ucap Saidah Sakwan.
Sementara itu, Sarjono (68), pengemudi ojek daring yang telah bekerja selama lima tahun mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut.
"Terima kasih Baznas. Saya senang sekali ada layanan kesehatan untuk ojek dan sopir. Kalau bisa dirutinkan, misalnya sebulan sekali, karena pekerjaan kami sering di jalan dan cukup berisiko," ungkap dia.
Agusman (45), pengemudi mikrotrans yang telah bekerja enam tahun, juga menyampaikan apresiasinya setelah mengikuti layanan kesehatan gratis untuk pertama kalinya.
"Ini sangat menolong dan gratis. Kalau bisa ditambah lagi layanannya supaya semakin banyak yang merasakan manfaat," tutur Agusman.







