Jakarta (ANTARA) - Selama Ramadan umat Muslim menjalankan ibadah puasa diawali dengan santap sahur sebelum subuh dan diakhiri dengan berbuka puasa atau iftar saat matahari terbenam di malam hari.

Momen sahur dan berbuka puasa diwarnai oleh ragam sajian khas, mulai dari hidangan berkuah gurih hingga makanan manis yang menjadi ciri khas Ramadan di berbagai negara. Melansir dari berbagai sumber, berikut aneka makanan khas Ramadan dari sejumlah negara.

Harira - Maroko

Ilustrasi - Harira yang merupakan hidangan khas Ramadan dari Maroko. (Allrecipes/Nelly Cuanalo)

Di Maroko, Iftar tak lengkap tanpa Harira, merupakan sup lembut berbahan dasar tomat dipenuhi lentil, kacang arab, dan sering kali sedikit daging kambing. Biasanya disajikan dengan Chebakia (kue wijen bersiram madu) dan kurma.

Sementara saat sahur makanan yang disajikan biasanya lebih ringan, terdiri dari roti dengan telur, yoghurt, teh mint, serta madu atau minyak zaitun.

Mahshy - Mesir

Di Mesir, sajian saat iftar biasanya ada Mahshy merupakan hidangan yang terdiri dari sayuran yang diisi dengan campuran nasi berbumbu.

Iftar juga dimulai dengan sup, sering kali sup bihun atau lentil. Lalu hadir mezze seperti daun anggur isi dan aneka saus celup. Hidangan utama bisa berupa Koshar berupa campuran nasi, lentil, pasta, dan saus tomat, atau Molokhia, semur daun hijau.

Makanan penutup seperti Kunafa dan Qatayef sangat populer dan hampir identik dengan Ramadan. Saat sahur, Ful Medames biasanya disajikan dengan roti baladi. Hidangan ini tinggi protein dan mengenyangkan.

Fattoush dan Mansaf - Yordania & Lebanon

Ilustrasi - Mansaf yang merupakan hidangan khas Ramadan dari Yordania dan Lebanon. (Serious Eats/Mai Kakish.)

Di Yordania dan Lebanon, Iftar sering diawali dengan salad Fattoush yang segar, yakni dengan potongan roti goreng renyah.

Serta diikuti hidangan besar Mansaf yang merupakan hidangan berupa daging kambing dimasak dalam yoghurt fermentasi.

Bubur Lambuk - Malaysia

Bubur Lambuk berupa bubur nasi yang ditambah dengan daging, santan, dan rempah-rempah menjadi hidangan khas Ramadan di Malaysia.

Saat Iftar, setelah kurma dan minuman manis, disajikan roti, kari, sate, dan bubur lambuk. Sementara pada momen sahur, disajikan hidangan nasi sederhana seperti bubur atau nasi lemak sering disantap.

Harees - Arab Saudi

Di Arab Saudi, saat sahur sering dimulai dengan kurma dan air, mengikuti Sunnah. Banyak keluarga menyantap Harees, hidangan gandum dan daging yang dimasak perlahan. Foul (kacang fava) dengan roti juga umum disantap.

Saat berbuka puasa hidangan utama yang paling umum adalah Kabsa atau Mandi, nasi harum dengan ayam atau daging kambing berbumbu, serta di sampingnya terdapat samosa, sup, salad, dan jus segar.

Haleem - Pakistan

Ilustrasi - Bubur Haleem yang merupakan hidangan khas Ramadan dari Pakistan. (Tangkapan layar akun YouTube FoodFusion.)

Haleem berupa bubur gurih dengan biji-bijian, kacang lentil, daging, rempah, kerap disajikan dikonsumsi masyarakat di Pakistan saat berbuka puasa.

Selain itu, kurma menjadi pembuka, diikuti fruit chaat, pakora, samosa, dan Dahi Bhalla (bola lentil dengan yoghurt). Rooh Afza, minuman sirup mawar berwarna merah muda cerah juga kerap disajikan.

Sementara pada waktu sahur biasanya hidangan sederhana dengan roti atau paratha, telur, yoghurt, teh, dan kadang sisa kari.

Haleem India

Di India, hidangan berat seperti Haleem berupa olahan gandum, lentil, dan daging yang dimasak lama, atau biryani berlapis rempah juga kerap disajikan saat berbuka puasa.

Sementara saat sahur, hidangan yang disajikan berbeda-beda di setiap daerah, namun banyak keluarga menyantap paratha dengan kari, telur rebus, yoghurt, atau sisa biryani malam sebelumnya.

Kolak - Indonesia

Di Indonesia, rasa manis sering menjadi pembuka saat buka puasa, di mana anyak orang berbuka dengan kolak, terbuat dari gula aren, santan, dan daun pandan, biasanya berisi irisan pisang, ubi, atau nangka.

Setelah hidangan manis saat Iftar, kemudian menikmati makanan gurih seperti soto, sate, dan lontong. Pada waktu sahur, biasanya berbasis nasi, seperti nasi lemak, nasi goreng, atau bubur sering disantap.

Harees - UEA & Qatar

Harees adalah hidangan berbahan gandum tumbuk dan daging yang dimasak perlahan hingga menyerupai bubur. Makanan ini sangat bergizi dan menjadi sajian wajib di setiap berbuka puasa khas Emirat.