TRIBUNNEWS.COM - Saat ini, umat Muslim tengah menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Bulan suci ini menjadi waktu istimewa untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Ramadan juga menjadi momentum refleksi spiritual setelah menjalani aktivitas sehari-hari sepanjang tahun.
Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat.
Ibadah ini dilaksanakan dengan menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, serta keikhlasan dalam beramal.
Agar pelaksanaan puasa berjalan tertib dan tepat waktu, umat Islam membutuhkan panduan jadwal imsakiyah.
Imsakiyah adalah daftar waktu yang memuat jadwal imsak dan salat selama Ramadan.
Waktu imsak menjadi penanda agar umat Muslim segera menyudahi sahur sebelum masuk waktu Subuh.
Bagi masyarakat di Pangkalpinang, jadwal imsakiyah menjadi pedoman penting agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan disiplin.
Baca juga: Bijak Isi Waktu Jelang Berbuka Puasa, Ini Trik Ustaz Agar Ngabuburit Penuh Pahala
Mengutip dari kanal Ramadan Kebaikan Melokal, berikut rincian waktu salat dan imsak:
Dengan demikian, waktu imsak di Kota Pangkalpinang pada Minggu, 22 Februari 2026, jatuh pada pukul 04.38 WIB.
Sepuluh menit setelahnya, tepat pukul 04.48 WIB, waktu Subuh dimulai sebagai tanda resmi dimulainya puasa pada hari tersebut.
Umat Islam dianjurkan menyelesaikan makan sahur sebelum imsak sebagai langkah kehati-hatian.
Pastikan pula niat puasa telah diteguhkan sebelum azan Subuh berkumandang.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
(Beberapa ulama, khususnya dalam mazhab Maliki, membolehkan niat di awal Ramadan untuk satu bulan penuh)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat berpuasa selama satu bulan Ramadan penuh karena Allah Ta’ala.”
Sahur bukan sekadar makan sebelum fajar, tetapi juga ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi.
Mengutip dari baznas.go.id, ada sejumlah keutamaan yang terkandung di dalamnya:
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan.
Anjuran ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari tuntunan ibadah.
Sahur dilakukan pada sepertiga malam terakhir, waktu yang dikenal sebagai saat terbaik untuk bermunajat.
Doa yang dipanjatkan pada waktu ini diyakini memiliki keutamaan tersendiri.
Makanan yang dikonsumsi saat sahur bukan hanya memberi energi, tetapi juga menjadi sarana memohon keberkahan.
Dengan doa, seorang Muslim berharap rezeki yang dinikmati membawa kebaikan lahir dan batin.
Dari sisi kesehatan, sahur membantu menjaga stamina selama berpuasa kurang lebih 13 jam.
Asupan yang cukup dan seimbang dapat membantu tubuh tetap bugar menjalani aktivitas.
Bangun lebih awal untuk sahur melatih kedisiplinan dan keikhlasan.
Dalam suasana hening sebelum fajar, hati menjadi lebih mudah khusyuk dan fokus dalam beribadah.
(Tribunnews.com/Farra)