BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Laut (Tala) menegaskan komitmennya dalam mengawal percepatan pengembangan jagung sebagai pilar penguatan ekonomi daerah berbasis pertanian.
Data media ini, Minggu (22/2/2026), jagung merupakan komoditas pertanian unggulan di Tala selain padi. Sejak dulu petani di daerah ini membudidayakan jagung, khususnya jagung pakan ternak.
Bahkan di daerah ini telah berdiri beberapa pabrik pakan ternak berskala besar yang terpusat di wilayah Kecamatan Bati-bati.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Tala Hj Endang Isnawangsih, saat mengikuti Forum Discussion Group (FGD) Akselerasi Tala Sebagai Sentra Jagung Kalsel menuju Indonesia Emas 2045, Jumat kemarin, di Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari.
FGD tersebut dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan didampingi jajaran dan Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan beserta jajaran. Peserta yakni kalangan PPL dan PPS serta jajaran bhabinkamtibmas se-Tala.
Dari Pemkab Tala hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan HM Faried Widyatmoko sekaligus menjadi salah satu narasumber.
Hadir mewakili pimpinan dewan sebagai salah satu narasumber, Hj Endang mengatakan jagung bukan sekadar komoditas pangan, tetapi juga komoditas strategis yang menopang ketahanan pangan dan pakan ternak nasional.
Dengan potensi lahan yang luas, sumber daya manusia yang memadai, serta semangat petani yang tinggi, Tala dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang.
“Potensi ini harus dikelola secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. DPRD mendukung penuh program akselerasi sentra jagung sebagai langkah strategis meningkatkan perekonomian daerah,” tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tala ini.
Dalam pandangannya, menuju Indonesia Emas 2045, sektor pertanian—khususnya jagung—harus bertransformasi. Ada empat strategi utama yang perlu didorong bersama.
Pertama, peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, serta penerapan teknologi pertanian modern dan mekanisasi.
Kedua, penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak pendampingan petani agar inovasi dan kebijakan benar-benar diterapkan di lapangan.
Ketiga, memperkuat sinergi dengan Bhabinkamtibmas dalam menjaga stabilitas dan keamanan, termasuk distribusi pupuk, sehingga tercipta ekosistem pertanian yang kondusif dan bebas dari praktik yang merugikan petani.
Keempat, mendorong hilirisasi dan kemitraan agar jagung tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi memiliki nilai tambah dan akses pasar lebih luas.
DPRD Siap Kawal Kebijakan Konkret
Hj Endang berharap hasil FGD tidak berhenti sebagai forum diskusi, melainkan melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan implementatif bagi pemerintah daerah.
Ia menegaskan, keberhasilan sentra jagung bukan tanggung jawab satu pihak, tetapi hasil kolaborasi seluruh elemen—pemerintah daerah, legislatif, aparat keamanan, penyuluh, dan petani sebagai pelaku utama.
“Dengan kerja keras, sinergi, dan inovasi, saya yakin Tanah Laut mampu menjadi sentra jagung yang berdaya saing dan berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.
Melalui komitmen tersebut, DPRD Tala memastikan akan terus mengawal program dan kebijakan pengembangan jagung agar berjalan efektif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. (AOL)