Belum Dua Bulan, Karhutla di Riau Sudah Melahap Lebih dari 1.000 Hektare
Muhammad Ridho February 22, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah di Riau pada awal tahun 2026. 

Meski hujan mulai turun dalam beberapa hari terakhir, catatan luas lahan yang terbakar sudah menembus angka seribuan hektare dalam kurun waktu dua bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, total luas karhutla yang terjadi mencapai 1.041,74 hektare dan tersebar di 11 kabupaten/kota.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menyebutkan, wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), serta dua daerah perkotaan yakni Dumai dan Pekanbaru.

“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan mencapai 1.041,74 hektare,” ujar Jim, Minggu (22/2/2026).

Dari rincian data, Kabupaten Pelalawan mencatat luas kebakaran paling besar yakni 612,30 hektare. Disusul Bengkalis 201,01 hektare, Indragiri Hilir 64,70 hektare, dan Siak 63,53 hektare.

Sementara itu, Dumai tercatat 30,52 hektare, Kampar 29,50 hektare, Pekanbaru 14,08 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Rokan Hilir 10 hektare, Kuansing 1,50 hektare, dan Indragiri Hulu 1,20 hektare.

Baca juga: Karhutla Masih Terjadi di Rupat dan Rimbo Panjang: Tim Gabungan Lakukan Pemadaman

Tak hanya luasan lahan, BPBD juga mencatat adanya 1.849 hotspot atau titik panas dengan 128 fire spot atau titik api yang terdeteksi di berbagai wilayah.

Meski angka tersebut cukup signifikan, tim gabungan dilaporkan telah berhasil mengendalikan kebakaran di lokasi masing-masing. Kondisi cuaca yang mulai diguyur hujan merata di sejumlah daerah Riau turut membantu proses pemadaman.

“Laporan dari daerah, karhutla sudah bisa ditangani. Hujan juga cukup merata dalam beberapa hari terakhir,” jelasnya.

Dalam penanganan karhutla, berbagai unsur dikerahkan, mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah terdampak.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla guna memperkuat koordinasi dan percepatan penanganan di lapangan. 

"Status kami harapkan mampu mengoptimalkan upaya pencegahan agar luasan kebakaran tidak terus bertambah," jelasnya.

Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan, terutama di wilayah pesisir seperti Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. 

Hingga kini, total 7 ton garam (NaCl) telah disemai untuk memicu hujan buatan dan membantu membasahi lahan rawan terbakar.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.