WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Tawuran antarremaja terjadi di Jalan KH Ahmad Junaidi, Kampung Bogor, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Seorang warga sekitar berinisial I (32) mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/2/2026) dini hari, menjelang sahur Ramadan.
Menurutnya, sebelum tawuran pecah, para remaja tersebut awalnya hendak bermain perang sarung. Namun saat bentrokan terjadi, ia menduga para remaja itu membawa senjata tajam (sajam).
Ia menyebut, aksi serupa kerap terjadi dan meresahkan warga sekitar.
“Memang sering terjadi, apalagi menjelang sahur. Ada anak-anak sini, tapi juga ada yang dari luar. Kami sebagai warga merasa resah karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar I saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
I berharap ke depan pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Baca juga: Jadi Destinasi Ngabuburit, Bazar di Perumahan PHR Bekasi Dipadati Ratusan Pengunjung
“Warga berharap ada peningkatan patroli dari kepolisian serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya selama Ramadan,” tuturnya.
Terkait hal itu, sebelumnya Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, telah mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak remaja mereka.
Orang tua diminta memastikan anak sudah berada di rumah paling lambat pukul 22.00 WIB guna mengantisipasi potensi kejahatan jalanan maupun keterlibatan dalam aksi tawuran.
Selain itu, masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila melihat atau mengetahui aktivitas mencurigakan dengan menghubungi layanan kepolisian di nomor 110, petugas keamanan setempat, atau Polsek terdekat.
Sinergi antara orang tua, masyarakat, dan aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah aksi serupa terulang.
“Perang sarung yang mengarah pada kekerasan tidak dapat dibenarkan karena berpotensi menimbulkan korban dan mengganggu stabilitas keamanan lingkungan,” tegas Sumarni. (M37)