WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Ngabuburit di Bekasi kini tak sekadar menunggu waktu berbuka puasa.
Bagi sebagian warga, momen sore menjelang magrib dimanfaatkan untuk berburu takjil hingga berkumpul bersama keluarga dan teman.
Salah satu lokasi favorit warga adalah Bazar Ramadan di Perumahan Prima Harapan Regency (PHR), Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Menjelang waktu berbuka, suasana di area Sport Centre PHR mulai dipadati masyarakat. Tak hanya warga sekitar, pengunjung juga datang dari berbagai wilayah, seperti Bekasi Timur, Bekasi Selatan, hingga Tambun Utara.
Mereka tampak antusias menyusuri deretan tenant kuliner, mencari jajanan favorit sambil menikmati suasana sore yang hangat.
Puluhan tenda warna-warni berjajar rapi di sepanjang area bazar, menciptakan nuansa meriah khas Ramadan. Aroma makanan langsung tercium sejak langkah pertama memasuki lokasi.
Beragam pilihan menu tersedia, mulai dari gorengan, sate, dimsum, hingga aneka seafood dan minuman segar yang menggugah selera.
Menariknya, harga yang ditawarkan cukup ramah di kantong. Pengunjung dapat menikmati kuliner dengan kisaran harga Rp 2.000 hingga Rp 20.000.
Ketua PKK RW 09 Prima Harapan Regency, Yuni, mengatakan Bazar Ramadan ini rutin digelar setiap tahun dan kini telah memasuki tahun kelima.
“Hampir setiap tahun kami menggelar Bazar Ramadan. Ini sudah tahun kelima. Tahun ini ada sekitar 70 tenant, dan hampir setiap tahun jumlahnya relatif sama,” ujar Yuni kepada Tribun Bekasi di lokasi, Minggu (22/2/2026).
Baca juga: Kepala Dinkes DKI Bagikan Tips Sahur dan Buka Puasa Sehat, Apa Saja?
Antusiasme masyarakat pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Sekretaris Bazar Ramadan PHR, Rani, menyebut jumlah pengunjung setiap hari dapat mencapai ratusan orang.
“Kalau diperkirakan, bisa 500 sampai 700 pengunjung per hari. Apalagi saat akhir pekan, bisa bertambah menjadi 800 sampai 900 pengunjung,” jelas Rani.
Bazar ini dibuka setiap hari pukul 14.00 hingga 18.30 WIB selama periode 19 Februari hingga 15 Maret 2026.
Salah satu pedagang, Midih, mengaku merasakan peningkatan omzet selama berjualan di bazar tersebut. Pembeli terlihat antusias membeli berbagai menu yang ia tawarkan, seperti steak ayam, sate dakoci, sosis, kebab, hingga corndog.
“Saya memang biasa berjualan di berbagai event, dan di rumah juga punya outlet frozen food. Untuk Bazar Ramadan ini, dari tahun ke tahun semakin ramai,” ujar Midih.
Menurutnya, kondisi cuaca turut memengaruhi jumlah pengunjung.
“Yang penting cuacanya bagus dan cerah, pasti ramai. Omzet juga terus naik. Alhamdulillah bisa meningkat sekitar 20 persen,” tutupnya. (M37)