UNAIR Gandeng YAPPERA Dampingi Pelaku Usaha Mikro Korban Banjir di Pidie Jaya
Eddy Fitriadi February 23, 2026 01:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA - Universitas Airlangga (UNAIR) menggandeng Yayasan Peduli Pembangunan Pesisir Aceh (YAPPERA) menggelar program pendampingan bagi pelaku usaha mikro yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat UNAIR sebagai wujud kepedulian terhadap pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 21–22 Februari 2026, di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kompleks Kantor Bupati Pidie Jaya. Sebanyak 25 pelaku usaha mikro dari berbagai sektor usaha, seperti kuliner, bengkel, dan menjahit, mengikuti program ini. Mereka berasal dari desa-desa terdampak banjir di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.

Program pendampingan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga membangun kembali semangat dan optimisme para pelaku usaha yang terdampak bencana. Materi pelatihan disampaikan langsung oleh para pakar dari Universitas Airlangga (UNAIR).

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan alumni UNAIR yang kini berkiprah sebagai akademisi di Aceh, yakni Dr. Ibrahim Chalid, M.Si., dosen Antropologi Universitas Malikussaleh (Unimal). Para pemateri memberikan materi komprehensif yang meliputi pemulihan psikologis pascabencana, tata kelola usaha, inovasi dan strategi pengembangan bisnis, hingga teknik pencatatan serta pembukuan sederhana.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR, Prof. Bagong Suyanto, M.Si., menayatakan bahwa kegiatan ini berorientasi pada pemberdayaan berkelanjutan.

“Fokus utama kami adalah melakukan upaya pemberdayaan terhadap pelaku usaha mikro korban bencana. Harapannya, mereka dapat bangkit kembali dan mampu mengembangkan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan. Kami menyadari bahwa memberdayakan pelaku usaha yang berada dalam kondisi kolaps akibat bencana bukanlah hal yang mudah. Namun, kita harus bangkit dan pulih demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, setiap peserta juga menerima bantuan modal usaha dari UNAIR. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat terhenti atau mengalami kerusakan akibat banjir.

Kolaborasi ini turut diperkuat oleh peran aktif Yappera yang mempersiapkan pelaksanaan kegiatan, mulai dari workshop hingga pendampingan lanjutan guna memastikan keberlanjutan usaha setelah pelatihan selesai.

Ketua YAPPERA, Beeri Burman, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Kami sangat bersyukur UNAIR telah memberikan perhatian kepada pelaku usaha mikro korban banjir di Pidie Jaya. Ini adalah dukungan nyata dalam upaya memulihkan ekonomi masyarakat. Semoga menjadi rahmat bagi masyarakat kita dalam membangun kembali usaha mereka,” ungkapnya.

Baca juga: 50 Mahasiswa USK Turun ke Pidie Jaya, Edukasi PHBS untuk Murid SD Pascabanjir

Rasa syukur juga disampaikan Rahmi, salah satu peserta pendampingan. “Kami sangat berterima kasih kepada UNAIR yang telah datang berbagi ilmu dan memberikan bantuan modal usaha. Terima kasih juga kepada Yappera yang telah memfasilitasi pendampingan ini. Bantuan ini memberi kami harapan untuk memulai kembali,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, UNAIR dan YAPPERA berharap para pelaku usaha mikro di Pidie Jaya tidak hanya mampu bangkit dari dampak bencana, tetapi juga berkembang lebih kuat dan mandiri. Upaya ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.(rel/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.