Rahasia Segelintir Orang, Menkeu Purbaya Ternyata Tahu Safe House Oknum Bea Cukai, Dianggap Sepele?
Sinta Manila February 23, 2026 11:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Informasi soal modus safe house yang digunakan para koruptor okhum Bea Cukai yang terjadi OTT KPK hanya diketahui oleh segelintir orang.

Akan tetapi, ternyata Keuangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengetahui keberadaan safe house yang diduga digunakan oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam kasus suap dan gratifikasi importasi barang yang berujung operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Akan tetapi Menkeu Purbaya membatasi diri karena dirinya bukanlah penegak hukum.

Baca juga: Terjerat Kasus Narkoba, AKBP Didik Juga Diisukan Dekat dengan Polwan Aipda Dianita: Enggak Ada

Hal tersebut disampaikan Menkeu Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (6/2/2026), usai melantik 40 pejabat tinggi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang baru ia rotasi imbas OTT KPK di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.

Purbaya menjelaskan bahwa dalam praktik operasi gelap seperti kasus suap, umumnya terdapat safe house yang digunakan para pelaku untuk berkumpul dan menjalankan aksinya.

Safe house tersebut, menurut Purbaya, biasanya hanya dapat dimasuki oleh oknum pejabat tertentu.

"Kalau operasi gelap pasti ada safe house-nya. Tempat di mana mereka bisa berkumpul, enggak terdeteksi siapapun. Itu biasanya handphone juga enggak boleh masuk."

"Biasanya tempat kayak gitu selalu ada. Jadi tempat yang strik untuk para pejabat yang terlibat saja yang bisa masuk," kata Purbaya, di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (6/2/2026), dilansir Kompas TV.

MENKEU - Pengakuan mengejutkan Menkeu Purbaya yang ternyata sudah tahu soal safe house yang dipakai menimbun hasil korupsi oknum Bea Cukai. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta untuk menemui Presiden Prabowo Subianto, Rabu (1092025). (KOMPAS.comFIKA NURUL ULYA) (Kompas.com)

Sudah Tahu Sejak Beberapa Bulan Lalu

Purbaya kemudian mengungkapkan bahwa informasi mengenai keberadaan safe house oknum Bea Cukai tersebut telah dilaporkan kepadanya sejak beberapa bulan lalu.

Namun, menurutnya, pengungkapan ke publik baru dilakukan belakangan oleh aparat penegak hukum dan hal itu merupakan keputusan aparat.

"Saya pikir sudah lama itu, saya sudah tahu berapa bulan yang lalu ada safe house. Tapi memang belum saatnya dibuka kali."

"Saya sih enggak tahu (kenapa baru diungkap sekarang). Saya kan bukan penegak hukum. Tapi mereka sudah memberi sinyal ke saya," jelas Purbaya.

Informasi Diketahui Segelintir Orang

Purbaya menambahkan bahwa informasi mengenai safe house tersebut hanya diketahui oleh sedikit orang, termasuk dirinya.

Saat pertama kali menerima informasi itu, ia sempat menilai kasus tersebut tidak serius.

Namun belakangan terungkap bahwa safe house tersebut berkaitan dengan dugaan kasus suap besar di lingkungan Bea Cukai.

"Enggak. Hanya sedikit orang saja yang tahu. Bukan rahasia umum."

"Saya tahu karena orang sana telepon saya ngasih informasi tapi saya pikir enggak serius. Rupanya betul-betul serius," ungkap Purbaya.

KPK Bongkar Safe House Oknum Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya memamerkan bukti visual mencengangkan dari hasil OTT terkait dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Berdasarkan foto-foto barang bukti yang diterima Tribunnews.com pada Jumat (6/2/2026), terlihat tumpukan uang tunai berbagai mata uang asing hingga logam mulia yang disita tim penyidik.

Barang-barang bernilai fantastis tersebut ditemukan di sebuah apartemen GRV yang diduga kuat difungsikan sebagai safe house atau rumah aman oleh para tersangka.

Tumpukan Uang dan Logam Mulia Disita

Dalam foto tersebut, tampak gepokan uang dolar Singapura (SGD) pecahan 1.000 dan dolar Amerika Serikat (USD) pecahan 100 yang diikat karet, berserakan di atas kasur berseprai ungu dan merah marun.

Di sebelahnya, terlihat tumpukan uang rupiah pecahan Rp100.000 dalam jumlah besar.

Tak hanya uang tunai, foto lainnya memperlihatkan logam mulia atau emas batangan yang masih terbungkus rapi.

Sebuah brankas besi berwarna hitam juga tampak terbuka, berisi tumpukan uang tunai serta beberapa tas kecil yang diduga digunakan untuk menyimpan barang berharga.

Dalam salah satu foto, terlihat seseorang mengenakan kaos hitam bergambar karakter “Mario Bros” duduk di samping tumpukan barang bukti tersebut saat tim penyidik melakukan penggeledahan.

***

(TribunBengkulu.com/TribunTrends.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.